Dikaitkan Kasus Perbudakan Perempuan, Pemimpin Sekte Seks Newyork Dinyatakan Bersalah


Beragam sekte yang kita kenal kini telah menyebar luas ke berbagai negara salah satunya Amerika Serikat. Dari satu kasus dimana salah satu pemimpin sekte seks yakni Keith Raniere (58) dinyatakan sebagai tersangka dalam pengadilan karena dituduh memperbudak wanita.

Dalam persidangan tepatnya di Brooklyn, New York, pemimpin sekte seks, Rainere telah dituduh sebagai pemimpin sekte seks dimana sudah melakukan tindakan kurang etis yakni memperbudak wanita.

Dilansir dari halaman CNN, (20/6) telah diputuskan melalui persidangan yang mana Raniere mendapat masa percobaan selama enam minggu. Melalui banyak pertimbangan, Raniere dianggap sebagai pengawas pada budak beserta tuannya. Bahkan terdapat satu grup dengan aliran seks bernama Nxivm, kemudian Raniere ini didakwa dengan tuduhan beragam baik itu perbudakan wanita, penipuan, pemerasan, hingga pornografi anak.

Akibat vonis tersebut Raniere mendapat ancaman hukuman penjara seumur hidup. Melaui masa percobaan dijelaskan bahwa pihak pengadilan Brooklyn sendiri sudah mendengarkan berbagai macam kesaksian oleh anggota sekte yang dipimpin oleh Raniere.

Berdasarkan beberapa kesaksian terlihat bahwa proses perekrutan anggota sekte Nxivm ini memang harus melakukan hubungan seksual. Namun Raniere sendiri meminta proses tersebut secara paksa, bahkan dari semua anggota sekte yang mayoritas perempuan tersebut memiliki nama inisial saat bergabung di dalam grup Nxivm.

Mendengar banyak tuduhan, pihak pemimpin sekte seks menyangkal semua tuduhan bahkan Rainere menganggap dirinya tidak bersalah sama sekali. Dasar anggapan bahwa pemimpin sekte tidak melakukan tindakan kriminal disebabkan oleh dalih bahwa hubungan seksual sebagai prosedur pendaftaran grup dilakukan atas dasar suka sama suka.

Tidak berhenti sampai disitu saja, bahkan Raniere sendiri bersikeras menjelaskan kepada semua pihak bahwa Nxivm merupakan sebuah organisasi yang membahas dan mengulas seputar pengembangan diri. Tetapi hal tersebut langsung dibantah oleh pihak penyidik yang mana menyimpulkan bahwa organisasi tersebut menjadi kedok dari Nxivm dimana dimanfaatkan sebagai satu bisnis perdagangan seks.

Para saksi juga memberi keterangan lebih mendalam bahwa dari prosedur perekrutan Nxivm tersebut menjadi satu organisasi pengembangan diri dimana semua anggotanya wanita. Tidak hanya dari kasus perdagangan wanita saja, tetapi para anggota juga mengalami pemerasan dengan ancaman informasi rahasia dibuka di tempat umum.

Pemimpin sekte seks, Raniere ternyata pernah mengalami tindak pidana dimana dirinya ditangkap oleh pihak FBI di Meksiko tepatnya di tahun 2018. Pada proses persidangan kemudian menghasilkan keputusan bahwa Raniere secara resmi bersalah terlihat dan para mantan anggota sekte seks tersebut memperlihatkan kelegaan mereka dan bertepuk tangan terhadap para tim penuntut umum.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Dikaitkan Kasus Perbudakan Perempuan, Pemimpin Sekte Seks Newyork Dinyatakan Bersalah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel