Arab Saudi Tutup Klub Malam Halal Pertama dan Luncurkan Investigasi



Klub malam pertama yang dibuka di Jeddah dan viral dengan sebutan klub malam ‘halal’, dimana di dalamnya memperbolehkan pengunjung baik laki – laki maupun perempuan untuk menari dan berdansa di satu tempat, ditutup oleh pihak otoritas setempat. Berdasarkan laporan dari Gulf News, penutupan klub malam tersebut menyusul penyelidikan yang mulai dilakukan sejak minggu lalu, tepatnya ditutup pada tanggal 13 Juni 2019 waktu setempat.

Alasan penutupan klub malam ‘halal’ tersebut menurut pihak otoritas setempat dikarenakan ketiadaan ijin beroperasi serta melanggar peraturan dan prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Sumber lain menyebutkan bahwa penutupan klub malam ditengarai karena adanya pelanggaran terhadap tradisi dan identitas ke-Islam-an yang eksis di Arab Saudi.
Informasi yang bersumber dari akun Twitter resmi General Entertainment Authority (GEA) selaku badan yang mengawasi, mengatur, dan mengembangkan sector hiburan dan mendukung infrastruktur di Kerajaan Arab Saudi, menyebutkan bahwa izin yang diberikan tidak sesuai dengan yang kegiatan yang dilakukan di klub malam tersebut.

Pernyataan yang ditulis di akun Twitter resmi GEA menuliskan, “Berdasarkan informasi yang didapatkan, (di dalam) kegiatan tersebut telah terjadi pelanggaran terhadap prosedur legalitas dan peraturan (yang berlaku) dan tidak diijinkan oleh pihak yang berwenang. GEA pada awalnya menerbitkan izin untuk kegiatan yang lain. Penyelenggara kegiatan tersebut kemudian mengambil keuntungan dari perpanjangan izin tersebut untuk melakukan pelanggaran yang serius dan tidak dapat diterima.”

Penyelidikan segera dilakukan setelah munculnya video di laman media sosial terlihat menampilkan bagian dalam dari klub malam tersebut. Ada juga video lain yang dinaratori oleh seorang perempuan, dimana narator tersebut menjelaskan kondisi ruangan yang ditampilkan di dalam video, seperti adanya lantai dansa, meja panjang yang disebut sebagai ‘halal bar’ serta bagian lain dimana pengunjung bisa menikmati shisha yang harganya berkisar antara 370 – 500 riyal Saudi.

Klub malam ‘halal’ yang disebut sebagai White Jeddah tersebut juga menerima pengunjung yang berpakaian kasual dan pengunjung berusia 18 tahun keatas. Harga tiket masuk per pengunjungnya dipatok antara 500 – 1000 riyal Saudi. Induk klub malam White Jeddah, yaitu White yang memiliki kelab malam di Dubai dan Beirut mengatakan bahwa kelab malam terbaru yang berlokasi di Jeddah itu akan dibuka minggu lalu, namun pada akhirnya ditutup setelah dimulainya investigasi oleh otoritas setempat.

Cabang klub White di Dubai. (Twitter)
Penyelidikan terhadap klub malam dilakukan tidak lama sebelum dijadwalkannya penampilan utama oleh penyanyi asal Amerika, Ne-Yo, pada malam grand opening klub malam tersebut saat festival waterfront  di Jeddah pada hari Kamis lalu. Ne-Yo menyampaikan kekecewaanya melalui kiriman di akun Instagram pribadinya dengan menuliskan, “Mohon maaf untuk penduduk Jeddah. Pada saat perjalanan ke lokasi saya diinformasikan bahwa kegiatan terkait telah dibatalkan. Sepertinya kami akan mencoba lagi di lain waktu. Banyak rasa cinta saya kepada teman – teman pengunjung di White.”

Sebutan ‘halal’ itu sendiri merujuk pada tidak disediakannya minuman yang mengandung alkohol di dalam klub, serta pengunjung yang berpakaian sopan dan kasual. Otoritas setempat yang berusaha memodernisasi budaya konservatif di kerajaan, termasuk diberikan izin bagi perempuan untuk menyetir kendaraan pribadi seperti mobil, menjadi salah satu alasan penyelenggara membuka klub malam tersebut. Alasan lainnya adalah Arab Saudi memiliki pangsa pasar yang bagus, disebabkan karena komunitas lokal sering kali bepergian keluar. Ada banyak orang di Arab Saudi yang suka mengunjungi berbagai tempat, mulai dari tempat hiburan sampai pusat perbelanjaan.

Respon yang bermunculan dari para netizen juga beraneka ragam, ada yang menyambutnya dan bahkan sudah mengunjunginya, serta menunggu sampai empat jam untuk menonton konser sampai akhirnya diminta untuk pulang karena adanya pembatalan konser. Tanda pagar yang digunakan untuk memviralkan koktail non-alkohol di klub malam tersebut menggunakan judul #Jeddahdisco. Ada juga yang tidak menyukai keberadaannya dan menyampaikan rasa ketidaksukaan mereka dibawah tanda pagar dengan judul yang memiliki arti, “Saya tidak menerima tindakan – tindakan terlarang di pantai Jeddah.”

Namun, pada saat yang sama ketika Kerajaan Arab Saudi sedang berusaha untuk memodernisasi citra negeri yang konservatif dan lebih moderat, Kerajaan Arab Saudi justru sedang menghadapi berbagai atas perlakuan kurang baik terhadap beberapa aktivis wanita. Citra kerajaan Arab Saudi juga tercoreng atas tuduhan terhadap putra mahkota Pangeran Mohammed bin Salman yang disalahkan atas pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Kashoggi, yang dibunuh oleh pasukan khusus di konsulat Arab Saudi yang berlokasi di Turki.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Arab Saudi Tutup Klub Malam Halal Pertama dan Luncurkan Investigasi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel