Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » , » Rosulullah Sang Peletak Dasar Asas Toleransi

Rosulullah Sang Peletak Dasar Asas Toleransi

Posted by Jendela Dunia on Sunday, 6 December 2015



Assalamualaikum

Mengenai sikap toleransi Nabi Muhammad SAW terhadap umat manusia yang juga telah dipraktikkan dengan sangat agung oleh beliau lima belas abad lalu.Sikap harga menghargai terhadap umat manusia yang multi kulktural tersebut dengan tanpa memandang asal usul dan keyakinan
mereka,asalkan mereka hidup berdampingan secara rukun dan damai dengan kaum muslimin secara keseluruhannya.Nabi Muhammad SAW tidak pernah memaksakan sipapun untuk memeluk Islam,sebab memang tidak ada paksaan dalam agama.

Mengenai hal tersebut banyak di tegaskan dalam Al-Qur’an ,terutama dalam surat Al Mumtahanah diantaranya sebagai beerikut”Allah tidak melarang engkau bergaul dengan orang yang tidak menyerang kamu dan tidak mengusirmu dari tanah airmu.Hendaklah kamu bersikap baik kepada mereka dan berlaku adil terhadap mereka .Sesungguhjnya Allah amat cinta kepada orang-orang yang bersifat adil” (QS, Al- Mumtahanah ayat:8 ) .

Dalam rukun iman salah satunya adalah percaya kepada semua Rasul-rasul dan percaya kepada semua kitab-kitab suci yang di turunkan kepada mereka.Karena bagi umat Islam selain percaya kepada kerasulan Nabi MUhammad SAW ,juga menghormati Nabi-nabi lain sebagai nabi dan Rasul yang pernah diutus Allah dan menganggap mereka itu sebagai Nabi-nabi mereka juga. Karena itu meskipun Salman Rusydi dengan “Ayat-ayat setan”dan kartun di sebuah media cetak di salah satu negara Skandinavia yang menghina Nabi Muhammad SAW ,meskipun dengan cepat mengundang berbagai kecaman keras dari dunia muslim tetapi mereka tidak akan pernah menghina Nabi-nabi dan Rasul-rasul lainnya.


Umat Islam percaya kepada kitab-kitab suci yang diturunnkan Allah kepada para Nabi dan Rasul sebelumnnya, yang juga berisi wahyu Allah yang harus di sampaikan kepada kaumnya. Jadsi umat Islam percaya bahwa sejak Nabi Adam sebagai bapak sekalian manusia,Nabi Nuh yang menyelamatkan keturunan manusia dari banjir besar,Nabi Ibrahim yang ajaran ketauhidannya di hidupkan kembali oleh Nabi Muhammad SAW . Nabi Ismail yang turut membangun Ka’bah dengan ayahnya Nabi Ibrahim yang merupakan moyangnya bangsa Arab, dan sementara adik tirinya Nabi Ishaq yang berputrakan Nabi Yacub(Israil) sebagai moyangnya bangsa yahudi atau juga disebut bani Israel.Atau keturunan Yacub yang dijuluki sebagai Israel .

Nabi Dawud yang tata cara shalat dan shaumnya menjadi kegemaran Nabi Muhammad SAW ,Nabi Sulaiman yang meletakkan dasar Mesjidil Aqsha,kiblat pertama umat Islam namun kemudian Allah mewahyukan firmannya supaya Nabi Muhammad SAW berkiblat ke Mesjidil Haram(mekkah),namun Mesjidil Aqsha tetap menjadi tempat suci ketiga bagi dunia muslim.Begitu pula Nabi Musa yang pernah bercakap-cakap dengan Allah di sebuah bukit Thursina ,Nabi Isa Ibnu Maryam yang menjadi perlambang kesucian Allah dan juru selamat bagi manusia, serta banyak lainnya nabi-nabi dan rasul yang tidak terhitung jumlahnya,yang sebagiannya di ceriterakan kembali dengan kata-kata yang indah dalam kitab suci terakhir ,Al-Qur’an.

Umat Islam juga meyakini kitab -kitab suci mereka ,seperti Taurat,Zabur,Injil dan kitab-kitab Suhuf yang lain yang juga di turunkan Allah kepada para nabi dan Rasul itu,yang berisi wahyu Allah bagi manusia. Bahkan keyakinan inilah yang menyebabkan umat Islam menghargai dan menghormati para pemeluk agama Yahudi dan Nasrani,yang menggolongkan mereka kedalam golongan-golongan ahlul kitab ,yang memang diberikan oleh Allah beberapa prioritas tertentu dalam pergaulan dengan umat Islam,selama mereka tetap bersahabat dengan umat islam,ataupun mereka tidak membantu kelompok-kelompok lain yang bermusuhan dengan umat islam.

Dalam konteks inilah menyebabkan terjadinya interaksi yang baik antara kaum muslimin dengan Ahlul Kitab dalam masa-masa damai.Nabi Muhammad SAW pernah berutang piutang dengan orang-orang Yahudi,dan juga Nabi pernah berdiri menghormati ketika jenazah seorang Yahudi yang diantarkan ke kuburannya melalui kediaman beliau.Bahkan para sahabat bertanya kepada nabi Muhammad SAW ,mengapa Rasulullah berdiri padahal itu jenazah seorang Yahudi ? Nabi Muhammad SAW menjawab,bahwa dia juga sebagai manusia . Beliau pernah menyuruh belajar bahasa yahudi dan China,serta beliau pula menyuruh tentara Islam untuk belajar kepada tawanan perangnya sebagai syarat bagi kebebasan mereka.

Ketika beliau bersama pamannya,Abi Thalib berniaga ke negeri Syam bergaul dengan umat Nasrani sehingga seorang pendeta Buhaira menjamuinya.Kemudian pendeta Buhaira tersebut yang sudah mengetahui ciri-ciri kerasulan Muhammad SAW menganjurkan kepada Abi Thalib supaya secepatnya kembali ke Mekkah ,karena di khawatirkan terhadap keselamatan Muhammad SAW.Bahkan dalam Al-Qur’an di tegaskan,bahwa makanan mereka halal dimakan oleh orang Islam,dan sebaliknya makanan orang Islam juga halal bagi mereka .Dan dengan wanita-wanaita Nasrani dan Yahudi di bolehkan orang Islam mengadakan perkawinan yang sah,dengan tidak usa lebih dahulu perempuan yang beragama Nasrani atau Yahudi itu masuk dalam agama Islam.

Jadi pergaulan umat islam dengan umat Nasrani dan Yahudi tidak dilarang oleh Allah ,kecuali jika memang mereka itu memerangi umat Islam dan mengusir dari negeri-negerinya . Dalam hal ini barulah umat Islam dilarang beerhubungan dengan mereka (QS,60:9) .Nabi Muhammad SAW juga mengrim surat keberbagai pemimpin mereka yang ada sekitar Medinah,seperti kepada Mukaukis(Mesir), Kaisar Heraklius( Konstantinopel) Kisra Parviv(Persia).Emir Ghafftan dan sebaginaya.Selain itu beliau juga menerima kunjungan para pendeta Nasrani sebagaimana halnya kunjungan pendeta Nasraniu dari Najran dal sebagainya

Terima Kasih dan semoga bermanfaat


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}