Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » » Mencuci Tangan Bukan Cuci Tangan

Mencuci Tangan Bukan Cuci Tangan

Posted by Jendela Dunia on Thursday, 22 October 2015





Hay kamu yang lahir tahun 90-an mungkin pernah mendengar lagu punya om Duta ft Tasya yang ini “berdo’alah sebelum kita tidur, jangan lupa cuci kaki tanganmu, jangan lupa do’akan papa mama kita”
Jadi apa yang akan kita kroscek kali ini?
MENCUCI TANGAN!, yaaa mencuci tangan bukan cuci tangan!  Pelajaran dasar yang pernah orang tua ajarkan bahkan diajarkan pula di Taman Kanak-kanak yang (mungkin) kita anggap sepele dan semoga tidak lagi disepelekan setelah membaca artikel ini.

Mencuci tangan bukan cuci tangan! Beda? Jelas beda!

Cuci tangan identik dengan makna kiasan yang artinya tidak turut campur dalam suatu masalah walaupun mengetahuinya.  Sedangkan mencuci tangan adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari dengan menggunakan air ataupun cairan lainnya oleh manusia dengan tujuan untuk menjadi bersih, sebagai bagian dari ritual keagamaan, ataupun tujuan-tujuan lainnya. Jadi mencuci tangan merupakan cara efektif dan mudah dalam menjaga kesehatan. Mengapa? Karena tangan merupakan agen pembawa kuman dari satu orang ke orang lain baik secara langsung maupun melalui perantara barang. Menurut situs Hand Hygiene Europe, manusia memiliki sekitar 2 hingga 10 juta bakteri di antara ujung jari dan siku. Ngeriiiii untung tuh kuman sifatnya mikroskopis, kebayang ga kalo keliatan kaya gimana?
Oke kita lanjutkan. Dengan mencuci tangan, berarti kita telah berupaya mencegah penyebaran beberapa penyakit seperti diare, infeksi saluran pernapasan, infeksi cacing, infeksi mata dan infeksi kulit tentunya. Masih mau menganggap remeh mencuci tangan? Saking pentingnya mencuci tangan, PBB telah mencanangkan tanggal 15 Oktober (sayang sudah terlewat 1 pekan) sebagai Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia. Terdapat 20 negara di dunia yang berpartisipasi salah satu di antaranya adalah Indonesia.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
Sejak abad 20-an para pakar medis telah meneliti cara mencuci tangan yang menurut mereka paling efektif menghilangkan berbagai kuman dan kotoran yang justru telah dianjurkan oleh Islam sejak 14 abad lalu, wow! Menurut mereka cara mencuci tangan yang benar adalah dengan menyela-nyela jari sehingga kotoran dan kuman yang menempel di jari kita akan menghilang. Cara yang sangat familiar bukan bagi seorang muslim? Yaa cara ini kita lakukan saat berwudlu, jadi bagi kita yang beragama Islam setidaknya melakukan 5 kali cuci tangan yang benar dalam sehari. Hal ini diperkuat dengan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Laqith bin Shabrah, “Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku tentang wudhu?’” Nabi berkata, “Sempurnakan wudhu-mu, dan sela-selalah antara jari-jemarimu, dan bersungguh sungguhlah dalam memasukkan air ke dalam hidung kecuali jika kamu dalam keadaan berpuasa.” (Diriwayatkan oleh lima imam, dishahihkan oleh Tirmidzi).
Mari kita urai cara mencuci tangan yang benar

1.      Basahi tangan dengan air dan sabun antiseptik, gosok-gosok kedua permukaan telapak tangan.
2.      Gosok punggung tangan kiri dengan telapak tangan kanan dan sebaliknya.
3.      Jari-jari kedua belah tangan saling digosokkan.
4.      Gosok bagian luar jari-jari tangan kiri dengan telapak tangan kanan dan sebaliknya.
5.      Gosok seluruh bagian ibu jari satu persatu.
6.      Gosokkan jari-jari tangan kanan ke telapak tangan kiri dan sebaliknya.

Kapan waktu yang dianjurkan untuk mencuci tangan?

(1) Sebelum dan setelah makan, semua orang pasti mengerti alasan penting mencuci tangan dalam kondisi ini. 
(2) Setelah memegang benda kotor, hewan, bahkan handphone dan uang. Handphone? mungkinkah? Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejumlah ahli dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris, ternyata handphone menjadi rumah dari bakteri berbahaya seperti E.coli, MRSA, juga 1.000 jenis bakteri lainnya, lalu bagaimana dengan uang? Dr Darlington dari Health Commisioner of NewYork menemukan sekitar 135.000 pada uang terutama uang kertas. Yang sering pegang handphone 
(3) Setelah menggunakan kamar mandi. 
(4) Setelah berpergian. 
(5) Setelah batuk, bersin, atau membersihkan hidung. 
(6) Bahkan setelah bangun tidur seperti hadits yang diriwayatkan imam Muslim, “Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Sekiranya salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, janganlah ia memasukkan tangannya dalam al-ina-i sebelum ia mencuci tangannya tiga kali karena ia tidak tahu dimana letak tangannya bermalam

Untuk menunjang mencuci tangan yang baik tentu diperlukan beberapa peralatan. Peralatan ini tentu mudah ditemukan, seperti 
(1) Sabun/antiseptic, bukan sekedar menjadikan tangan harum tapi sabun memiliki bagian hidropilik dan hidropobik yang penggunaannya akan menjadi efektif dalam melepas lemak dan kotoran yang menempel saat tangan digosok. 
(2)Aair mengalir yang tentu harus bersih. 
(3) Handuk/tissue/kain sekali pakai untuk menghindari penyebaran kuman.

Jadi, mulailah hidup bersih dengan mencuci tangan. Healthy Hands, Healthy body.

By_Nurlaela Ayu SPd.I

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat




0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}