Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » , » Hari Santri Nasional Sebagai Wujud Resolusi Jihad

Hari Santri Nasional Sebagai Wujud Resolusi Jihad

Posted by Jendela Dunia on Wednesday, 21 October 2015



Assalamualaikum.. salam ukhuwah.. salam santri seluruh indonesia.

Mzbach.com - Sebelum membahas penetapan 22 oktober sebagai hari santri, alangkah baiknya untuk meluruskan dulu perbedaan perbedaaan diantara kita umat muslim.khususnya NU dengan Muhamadiyyah.



Penetapan hari saantri bukan soal hak santri atau pesantren meminta di tetapkannya hari santri, penetapan hari santri sendiri merupakan wujud dari hak negara dan pemimpin bangsa, memberikan penghormatan kepada sejarah pesantren, sejarah perjuangan para kiai dan santri. Kontribusi pesantren kepada negara ini, sudah tidak terhitung lagi.

Jika saudara kita di muhamadiyah menolak adanya hari santri, karena mereka punya pendapat sendiri. Seyogyanya kita harus menghormati alasan Muhamadiyah menolak hari santri, NU yang sebagai pacuan tidak perlu menghujat ke pihak muhamadiyah, karena kita telah mengetahui tentang khilah atau perbedaan di antara umat muslim akan selalu ada dari dahulu sampai sekarang. Muhamadiyah punya alasan sendiri, begitupun Pemerintah dan warga Nahdlatul Ulama juga mempunyai alasan sendiri. 


Jadi.. !!! Jangan sampai ada perpecahan antara Muhamadiyah dengan Nahdlatul Ulama. Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah merupakan aset kekayaan bangsa Indonesia. Jika kedua belah pihak dapat dibenturkan dan hancur, negara ini pun bisa hancur. Hargailah sebuah perbedaan..!!!!




Santri merupakan representasi bangsa pribumi dari kalangan pesantren yang sangat berjasa membawa bangsa ini menegakkan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad 22 Oktober yang dicetuskan oleh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU.
Jika di runtut dari sejarahnya, Setelah Jepang kalah perang dengan Tentara sekutu atau NICA, mereka berusaha kembali menjajah Indonesia dalam agresi militer kedua. Ternyata tentara NICA dikagetkan oleh perlawanan orang-orang pribumi dari kalangan santri

Sebab itu, penetapan Hari Santri Nasional bukan hanya sebagai agenda kepentingan kelompok tertentu, tetapi untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia yang ketika itu digerakkan oleh Resolusi Jihad, yakni fatwa jihad KH. Hasyim Asy’ari yang menyatakan bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya fardhu 'ain atau wajib bagi setiap individu

Ada 3 argumentasi utama yang menjadikan Hari Santri Nasional sebagai sesuatu yang strategis bagi negara:


  • Hari Santri Nasional pada 22 Oktober, menjadi ingatan sejarah tentang Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari. Ini peristiwa penting yang menggerakkan santri, pemuda dan masyarakat untuk bergerak bersama, berjuang melawan pasukan kolonial, yang puncaknya pada 10 Nopember 1945.
     
  • Jaringan santri telah terbukti konsisten menjaga perdamaian dan keseimbangan. Perjuangan para kiai jelas menjadi catatan sejarah yang strategis, bahkan sejak kesepakatan tentang darul islam (daerah Islam) pada pertemuan para kiai di Banjarmasin, 1936. Sepuluh tahun berdirinya NU dan sembilan tahun sebelum kemerdekaan, kiai-santri sudah sadar pentingnya konsep negara yang memberi ruang bagi berbagai macam kelompok agar dapat hidup bersama. Ini konsep yang luar biasa.
  • Kelompok santri dan kiai-kiai terbukti mengawal kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Para kiai dan santri selalu berada di garda depan untuk mengawal NKRI, memperjuangan Pancasila. Pada Muktamar NU di Situbondo, 1984, jelas sekali tentang rumusan Pancasila sebagai dasar negara. Bahwa NKRI sebagai bentuk final, harga mati yang tidak bisa dikompromikan  
Bertepatan dengan ini hari SANTRI NASIONAL.. 
Saya pribadi mengucapkan SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL
Semoga Santri santri di indonesia menjadi generasi penerus Ulama, menjadi santri yang intelek, santri yang kritis, santri yang tanggap. dan santri yang ALIM.. Aammiin...

Terima Kasih dan Semoga Bermanfaat


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}