Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » » Problematika hewan Qurban dan pertanyaan seputar qurban

Problematika hewan Qurban dan pertanyaan seputar qurban

Posted by Jendela Dunia on Tuesday, 22 September 2015


Assalamualaikum wr.wb ikhwan muslimin dan sobat blogger..

Idul adha adalah hari besar umat islam, yang di dalamnya terdapat qurban berupa hewan tertentu, seperti kambing,unta,kerbau. Dalam literatur fiqih ada namanya udh-hiyyah atau qurban.yaitu suatu tindak beribadah kepada allah dengan cara menyembellih binatang tertentu pada hari raya dan hari hari tasyriq yaitu tanggal 11,12, dan 13 dzulhijjah sesuai dengan ketentuan-ketentuan syara’
Hukum berkurban yaitu sunah muakkad (sunah yang di tekankan)

Adapun syarat hewan kurban untuk kambing adalah yang  sudah mencapai batas umur (2-3 tahun) kerbau 2-3 tahun

Dan hewan yang tidak sah untuk kurban adalah sebagai berikut :
  • Hewan yang telah rusak sebelah matanya (buta)
  • Hewan yang pincang
  • Hewan yang sakit sakitan, yang sangat jelas sakitnya
  • Hewan yang kurus, yang tampak dengan jelas kekurusannya
  • Cacat
Waktu penyembelihan binatang kurban adalah di mulai pada hari raya idul adha (setelah dua khutbah sholat ied selesai) sampai tanggal 13 dzulhijjah.
Lalu bagaimana kalau orang yang berkurban memakan daging kurbannya sendiri?
Jawabannya Orang yang berkurban tidak boleh memakan sedikitpun dari binatang kurban, tetapi ada pendapat lain yang membolehkan, yaitu dalam keterangan kitab al-fatawiy al-fiqhiyyah al-kubro. (Juz 4 hal.253. cetakan maktabah islamiyah) tapi pendapat paling shohih adalah tidak boleh
Seputar pertanyaan – pertanyaan tentang qurban

  • Menyerahkan uang qurban ke lembaga pengelola? Bagaimana hukumnya?
Gambarannya seperti ini
Lembaga Dalam bidang jasa penyembelihan qurban. Ada yang menawarkan paket paket kurban.
Misal : paket A seharga 1.500.000 dengan berat kambing 25kg. Kemudian dagingnya akan di distribusikan kepada orang orang yang membutuhkan.
Pertanyaannya? Sah kah berkurban dengan cara menyerahkan uang kepada lembaga tersebut?
Jawabannya : Sah
Penjelasannya :
Transaksi yang di lakukan seseorang tersebut di kategorikan sebagai akad wakalah atau perwakilan atau deputyship, dimana posisi lembaga menjadi wakil dalam pembelian hewan qurban. Wakalahnya dinamakan wakalah bi al-ju’li. (sumber = حاشيتا قليوبي  juz 4 halaman 353. Cetakan maktabah darul ihya al kitabul arabi’)

  • Tradisi iuran kurban di sekolah
Sering kali di beberapa sekolah ada yang namanya iuran kurban, berkisar antara 10.000 – 20-000
Yang semua siswa wajib untuk iuran, dan nantinya dagingnya akan di bagikan kepada siswa atau untuk orang yang lebih membutuhkan.
Pertanyaannya? Apakah praktek tersebut bisa di katakan bentuk kurban?
Jawabannya : tidak bisa di katakan qurban secara syara’. Karena penentuan qurban tidak sesuai dengan ketentuan syari’at. Yakni satu kambing untuk satu orang dan satu sapi untuk tujuh orang apabila ingin d gotong bersama sama {iuran_Red}. Artinya si siswa tersebut belum bisa di katakan sudah berkurban secara syar’i.  (sumber : nihayatul muhtaj. Juz 8. Halaman 134. Cetakan maktabah darul fikri)

  • Berkurban untuk orang yang meninggal? Bagaimana hukumnya?
Hukumnya boleh. Dan daging kurban tidak boleh di makan pihak keluarga (sumber : mughni al-muhtaj. Cetakan maktabah darul kitab alamiyah)

  • Aqiqah sekaligus niat qurban? Bagaimana hukumnya?
Contoh : menjelang hari raya idul adha, ada sepasang suami istri yang di karuniai seorang anak. Karena pihak keluarga  ingin meng-aqiqahi sang anak dan ketepatan hari raya kurang dua hari lagi. Akhirnya pihak keluarga menunggu sampai hari raya tiba dan aqiqah tersebut sekaligus di niati qurban. Sah kah ?
Jawabannya : Tidak sah menurut imam ibnu hajar dalam i’anatuttholibin,
Tapi? Menurut imam ramli dalam tukhfatul mukhtaj’nya mengatakan boleh saja, bagi keluarga yang tidak mampu (sumber : i’anatuttholibin fi syarkh fatkhul mu’in – tukhfatul mukhtaj fi syarkhil minhaj. Juz 9. Hal 370. Cetakan darul ihya alkitab al-arabi)

  • Berkurban menggunakan ayam? Bagaimana hukumnya?
Berkurban dalam kitab kitab mu’tabar harus dengan kurban sapi,kambing, unta. Namun bagaimana ketika orang yang sangat tidak mampu dan ingin sekali berkurban,, menggunakan ayam sebagai hewan kurbannya? Bagaimana hukumnya?
Adakah pendapat lain yang memperbolehkan berkurban selain kambing dan sapi?
Jawabannya : "Ada". Asal orang tersebut benar benar tidak mampu. Boleh berkurban dengan ayam menurut pendapat syeikh al-midany (sumber : bughyatul mustarsyidin li sayyid ba’lawi. Halaman 422. Cetakan darul fikri)

  • Memperoleh daging qurban lalu di jual. Bagaimana hukumnya?
Jawabannya : di perinci. Tidak boleh untuk orang kaya yang menerima daging kurban kemudian menjual daging tersebut. Karena status orang kaya sama seperti pengurban atau orang yang berkurban, orang kaya yang menerima daging kurban hanya boleh mendayagunakannya, seperti untuk menjamu tamu, shodaqoh dan di makan sendiri.
Bagi orang fakir miskin boleh menjual daging kurban yang di kasih oleh lembaga atau pengurban (sumber : busyrol karim. Juz 2. Hal 127. – bughyatul mustarsyidin li sayyid ba’lawii al khudzorimi. Hal 423. Cetakan darul fikr

Terima kasih dan semoga bermanfaat
Selamat Hari Raya Idul Adha


1 comments:

  1. Rencanakan ibadah qurban di Idul adha yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ini dengan memilih hewan qurban yang terbaik www.globalqurban.com

    ReplyDelete

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}