Pengertian Qiro'ah dan tujuan mempelajari qiro'ah




A.    Pengertian Qira’ah
Keterampilan membaca (maharah al-qira’ah) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca, yakni guru mula-mula membacakan topic-topik bacaan, kemudian diikuti oelh para siswa. Target pembelajaran keerampilan membaca (maharah al-qiraah) ini adalah mampu membaca teks arab dengan fasih, mampu menerjemahkan dan mampu memahaminya dengan baik dan lancar.
B.     Tujuan pembelajaran qira’ah

Ø  Mengenali naskah tulisan suatu bahasa
Ø  Memaknai dan menggunakan kosa kata asing
Ø  Memahami informasi yang dinyatakan secara ekplisit dan implicit.
Ø  Memahami makna konseptual.
Ø  Memahami makna komunikatif dari satu kalimat.
Ø  Memahami hubungan dalam dalam kalimat, antar kalimat, antar paragraph.
Ø  Menginterpretasi bacaan.
Ø  Mengidentifikasi informasi penting dalam bacaan.
Ø  Membedakan antara gagasan utama dan gagasan penunjang.
Ø  Menentukan hal-hal penting untuk dijadikan rangkuman.

Adapun tujuan khusus dari pembelajaran keterampilan membaca ini dibagi menjadi tiga tingkatan berbahasa, yaitu:
1.         Tingkat pemula
a.)       Mengenali lambing-lambang (symbol huruf)
b)       Mengenali kata dan kalimat.
c)       Menenmukan ide pokok dan kata kunci.
d)      Menceritakan kembali isi bacaan pendek.

2.             Tingkat menengah
a)      Menemukan ide pokok dan ide penunjang
b)      Menceritakan kembali berbagai jenis isi bacaan

3.             Tingkat lanjut
a)       Menemukan ide pokok dan ide penunjang
b)       Menafsirkan isi bacaan
c)       Membua inti sari bacaan
d)      Menceritakan kembali berbagai jenis bacaan

C.    Strategi Pembelajaran Qira’ah
1.      Tingkat pemula
Pada tingkat ini biasanya menggunkan strategi denan empty outlite, yaitu strategi yang digunakan untuk melatih kemampuan siswa dalam menuangkan isi dari yang dibaca kedalam bentuk tabel. Misalnya siswa mampu membedakan isim dan fi’il.
Langkah-langkahnya kurang lebih sebagai berikut
a)      Memilih bacaan sesaui dengan topic bahasan yang telah ditentukan.
b)      Menyiapkan format tabel yang akan ditugaskan pada siswa.
c)      Membagikan bacaan kepada masing-masing siswa kenudian menyuruh untuk membaca secara seksama.
d)     Meminta pada siswa untuk mengisi tabel yang telah dipersiapkan.
e)       Menyuruh siswa untuk bergabung dengan siswa sebelahnya kemudian mendiskusikan hasil kerja mereka.
f)       Menyurug siswa untuk melakukan presentasi dari hasil diskusi tersebut.
g)      Member klarifikasi terhadap hasil kerja siswa agar tidak terjadi kesalahan.

2.      Tingkat menengah
Pada tingakat ini biasanya menggunakan strategi index card match, yaitu sebuah strategi yang digunakan untuk mengajarkan kata-kata atau kalimat dengan pasangannya. Misalnya, kata dengan artinya (qolamun:pena) atau soal dengan jawabannya, dan sebagainya.
Adapun langkah-langkah strategi ini adalah:
a)      Menyiapkan kartu berpasangan (soal dan jawabannya) lalu diacak.
b)      Membagikan kartu tersebut dan meminta siswa untuk memahami artinya.
c)       Meminta siswa untuk mencari pasangannya masing-masing.
d)      Meminta siswa untuk berkelompok dengan pasangannya masign-masing.
e)       Menyuruh masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasilnya.
f)        Memberikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan kometar atau pertanyaan.
g)       Memberikan klarifikasi terhadap hasik kerja kelompok tersebut.

3.      Tingkat lanjut
Pada tingkat ini biasanya menggunakan startegi analysis, yaitu strategi yang digunakan untuk melatih siswa dalam memahami isi bacaan dengan cara menemukaan ide pokok dan ise-ide pendukungnya.
Langkah-langkah strategi ini adalah:
a)      Membagikan teks atau bacaan kepada masing-masing siswa.
b)      Menyuruh siswa untuk membaca teks tersebut dengan seksama.
c)      Menyuruh pada masing-masing siswa utnuk menentukan atau atau menuliskan ide pokok dan pendukungnya secara individu.
d)      Menyuruh siswa untuk berkelompok dan mendiskusikan hasil masing-masing.
e)      Menyuruh beberapa siswa utuk mempresentasikan dari hasil tersebut di depan kelas untuk mewakili kelompoknya.
f)       Membeikan kesempatan kepada kelompok lain untuk membeikan peartanyaan.
g)      Memberikan klarifikasi kepada siswa agar pemahan pada bacaan semakin membaik.
Pada tingkat ini juga biasanya menggunakan startegi snow bollingdan biasanya hanya digunakan pada kelas kecil saja. Yakni langkah-langkahnya tidak jauh berbeda dengan yang diatas, setelah siswa dibagi teks dan menganalisinya lalu menyuruhnya untuk menentukan ide pokok dan pendukung secara individu, kemudian siswa dikelompokkan menjadi 2 orang dissetiap masing-masing kelompok, lalu dari kelompok tadi dikumpulkan lagi hingga menjadi kelompok yang besar, lalu salah satu dari siswa mempresentasikannya, lalu diklarifikasi jika tejadi kesalahan.

D.    Metode Pembelajaran Maharot Qiro’ah
1.      Metode Pembelajaran Membaca untuk Pemula
a.          Metode Harfiyah
Guru memulai pelajaran dengan mengajarkan huruf hija’iyah satu persatu. Maka muri pun mulai belajar mengucapkan huruf: alif, ba’, ta’, dan seterusnya. Disini murid belajar membaca huruf  dibarengi dengan belajar menulisnya. Setelah itu murid melangkah ke pelajaran berikutnya yaitu membaca suku kata (maqhati), kemudian membaca kata (kalimat). Metode ini disebut juga metode huruf (toriqoh al huruf), metode hijaiyah (thoriqoh hija’iyah), thoriqoh abjad (thoriqoh abjadiyah atau thoriqoh alfadiyah).
b.      Metode Shautiyah
Metode ini mirip metode harfiyah dari sisi urutan pengajaran yang dimulai dari huruf, kemudian suku kata, lalu kata. Bedanya terletak pada cara pengajaran dalam metode harfiyah, huruf diajarkan dengan menyebutkan namanya. Huruf ص misalnya diajarkan kepada siswa dengan menyebut صا د , sedangkan pada metode shautiyah huruf  ص dibaca  صَ
c.            Metode Suku kata
Dalam metode ini siswa terlebih dahulu bekajar suku kata, kemudian mempelajari kata tang tersusun dari suku kata tersebut. Untuk mengajarkan suku kata harus didahului huruf mad. Oleh karena itu perrtama siswa harus belajar ا,و,ي kemudian belajar suku kata  سا, سو سي dan suku kata seperti را, رو, ري,  selanjutnya belajar kata yang tersusun dari suku kata tersebut seperti سارا, سيري, سارا, سيرا, سوري, راسا راسي dan seterusnya, terkadang metode suku kata ini lebih baik dari metode harfiyah dan metode shautiyah, karena metode ini memulai pelajaran dengan unit yang lebih besar dari sekedar satu huruf atau satu suara.
d.      Metode Kata
Metode kata (thariqoh kalimat) termasuk kategori metode kulliyyah, karena siswa mulai belajar dari kata kemudian belajar huruf-huruf yang membentuk kata tersebut. Metode ini merupakan lawan atau kebalikan dari metode harfiyah dan shautiyah.
Dalam mengimplementasikan metode ini, guru memulai dengan menampilkan sebuah kata disertai dengan gambar yang sesuai (jika kata itu mungkin diberi ilustrasi gambar), kemudian guru mengucapkan kata itu beberapa kali dan diikuti siswa. Langkah selanjutnya guru menampilkann kata tadi tanpa disertai gambar untuk dikenali dan dibaca oleh siswa, setelah siswa mampu membaca kata tersebut, kemudian guru menganalisis dan mengurai huruf-huruf yang terkandung dalam kata tadi.  
e.          Metode Kalimat
Prosedur pembelajaran membaca dengan metode ini adalah dengan cara : guru pertama kali menampilkan sebuah kalimat pendek dikartu atau papan tulis, kemudian membaca kalimat tersebut beberapa kali dan diikuti oleh siswa. Dan diteruskan dengan menambahkan satu kata baru pada kalimat tersebut, lalu membacanya dan diikuti oleh siswa misalkan : ذهب الولد, ذهب الولد مسرعا, kemudian guru membandingkan antara dua kalimat di atas untuk mengetahui kata-kata yang sama dan yang berbeda. Setelah itu guru menganalisis dan memecah kata-kata tadi ke huruf-huruf yang membentuknya.
f.         Metode Gabungan
Para pengikut metode gabungan ini berpendapat bahwa setiap metode memiliki kelebihan dan pada waktu yang sama, memiliki kekurangan. Maka, yang terbaik adalah meramu semua metode dengan memperhatikan sisi baiknya, dan tidak terpaku kepada metode tertentu.
2.      Metode Pembelajaran Membaca untuk Tingkat Lanjut
Membaca pada fase ini secara bertahap diarahkan pada pencapaian tujuan membaca tingkat menengah dan lanjut yaitu pemahaman (fahmu al maqru), yaitu menungkatkan cakrawala kebahasaan : penguasaan kosa kata, penguasaan struktur bahasa dan melatih pemahaman terhadap berbagai teks: menangkap makna global, memahami gagasan utama dan gagasan pendukung, membedakan antara fakta dan pendapat, merangkum isi kandungan teks secara memadai, memperoleh pengetahuan atau informasi baru.
Untuk sekedar memberikan gambaran, beberapa langkah dibawah ini akan diuraikan beberapa langkah yang bisa diuraikan guru untuk mengajarkan kemahiran membaca pemahaman.
a.       Menyampaikan salam
Ketika guru masuk kelas, yang pertama kali dilakukan adalah menyampaikan salam. Selanjutnya guru menanyakan kabar siswa dan menata ruang kelas untuk kelancaran proses pembelajaran, menanyakan siswa yang tidak hadir dan dilanjutkan dengan memberikan motivasi.
b.      Menyiapkan papan Tulis
Guru memeberikan papan tulis jika masih kotor kemudian menulis hari, tanggal, tahun serta nama mata pelajaran dibagian atas papan tulis . penulisan seperti ini bisa membantu memusatkan konsentrasi siswa kepada pelajaran yang dimaksud.
c.       Mengecek Pekerjaan Rumah
Jika guru memberi PR, maka ia harus mengeceknya sebelum memulai pelajaran baru, karena kalau tidak ditanyakan, siswa akan meremehkan PR_PR berikutnya.
d.      Meriview pekerjaan Lalu
Setelah mengecek PR guru bisa langsung mereview pelajaran yang lalu, review bisa diarahkan kepada kosa kata, struktur kalimat, kaidah imla dsb.
e.       Menyampaikan Tamhid untuk memulai pelajaran Baru
Tujuan tahmid adalah untuk memfokuskan perhatian siswa pada pelajaran baru dan mengalihkan konsentrasi dari kegiatan diluar kelas atau dari pengaruh pelajaran sebelumnya, serta membawa siswa ke gambaran umum tentang kandungan teks. Tamhid yang baik adalah yang mampu membuat siswa penasaran untuk segera membaca teks yang akan diajarkan.
f.       Menyajikan kosa kata baru
Setelah memberikan tamhid, guru menyampaikan kosa kata baru yang terdapat dalam teks, cara menjelaskan kosa kata baru ada beberapa macam : bisa dengan gambar atau foto atau model, dengan membuat kalimat lengkap yang membuat kosa kata baru dan sebagainya.
g.      Menyajikan struktur kalimat baru
Setelah menyampaikan kosa kata baru, guru menyajikan beberapa struktur baru yang terdapat dalam pelajaran baru secara global. Kemudian guru melatih siswa dalam penggunaan struktur tersebut secara lisan
h.      Membaca dalam hati
Setelah mengajarkan kosa kata dan struktur baru, Langkah berikutnya adalah membaca dalam hati dengan tujuan pemahaman
i.        Pertanyaan pemahaman
Setelah membaca dalam hati, guru menyampaikan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pemahan siswa terhadap teks yang dibaca.
j.        Membaca model
Setelah selesai menyampaikan beberapa pertanyaan pemahaman, guru memberikan contoh bacaan yang baik dan benar untuk kemudian ditirukan siswa.
k.      Membaca nyaring
Untuk membaca nyaring pada fase awal, guru meminta siswa unuk menirukan contoh bacaan dari guru dengan urutan :
·         Seluruh siswa membaca kalimat-kalimat yang di contohkan guru
·         Kemudian setengah siswa membaca kalimat-kalimat yang dicontohkan guru
·         Selanjutnya seperempat siswa yang membaca dan seterusnya, disesuaikan dengan ketersediaan waktu, sampai langkah terakhir guru meminta siswa secara individu membaca kata-kata dan kalimat yang dicontohkan guru dimulai oleh siswa yang paling bagus bacaannya.
l.        Mendiskusikan kandungan teks secara detail per alinia
Caranya adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan kandungan per alinia. Tujuannya adalah mengecek tingkat pemahaman siswa sambil melatih ta’bir dari bahan yang telah dibaca, memvariasikan aktivitas kelas, menghilangkan kejenuhan, dan sebagainya. Oleh karena itu cara menyampaikan pertanyaannya harus bervariasi.
m.    Menyimpulkan
Guru meminta siswa untuk menyimpulkan kandungan teks secara lisan. Tiap siswa menyimpulkan satu alinea, atau sesuai kebutuhan. Tapi guru yang sudah merasa puas dengan pertantyaan-pertanyaan dilangkah sebelumnya, kadang-kadang melewatkan langkah penyimpulan ini.
n.      Mendemonstasikan
Jika judul bacaan itu mungkin diubah ke bentuk dialog atau hiwar, dilangkah terakhir ini guru bisa meminta siswa untuk mengdialogkan di depan kelas secara bergantian seperti drama.
o.      Mengerjakan latihan dalam buku
Langkah berikutnya siswa menjawab beberapa latiahan dalam buku secara lisan dengan bimbingan guru.
p.      Menulis
Guru harus menyediakan waktu khusus untuk kegiatan menulis, baik berupa kegiatan menyalin, atau belajar khat, imla, atau menulis jawaban jawaban dalam buku
q.      Pekerjaan rumah (PR)
Langkah terakhir adalah memberi tugas PR yang sesuai seputar latihan yang telah dibahas secara lisan dikelas.
Perlu diperhatin bahwa langkah-langkah di atas cukup komprehensif, ia mencakup keterampilan membaca, menulis, mendengarkan dan berbicara. Langkah-langkah di atas juga mencakup pembelajaran kosa kata, struktur kalimat, pemberian PR dan review pelajaran yang lalu.
walaupun demilian, langkah-langkah diatas hanyalah usulan semata. Oleh karena itu tidak bersifat kaku. Guru bisa memodifikasi langkah-langkah tersebut  atau melakukan improvisasi sesuai kebutuhan dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa dalam belajar bahasa Arab.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Keterampilan membaca (maharah al-qira’ah) yaitu menyajikan materi pelajaran dengan cara lebih dulu mengutamakan membaca, yakni guru mula-mula membacakan topic-topik bacaan, kemudian diikuti oelh para siswa. Target pembelajaran keerampilan membaca (maharah al-qiraah) ini adalah mampu membaca teks arab dengan fasih, mampu menerjemahkan dan mampu memahaminya dengan baik dan lancar.
Membaca pada hakikatnya mencakup dua hal  yaitu
                                                                                                  i.       aspek mekanis yang mencakup respon fisiologis terhadap symbol-simbol yang tertulis, yakni memahami kata-kata serta dapat mengucapkannya.
                                                                                                ii.      Aspek kognitif yang mencakup proses pemahaman makna, memahami arah pikiran penulis, menginterpretasi, mengkritisi dan mengevaluasi dengan membandingkan dengan pengalaman sebelumnya.


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengertian Qiro'ah dan tujuan mempelajari qiro'ah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel