Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » , » Pengertian Evaluasi

Pengertian Evaluasi

Posted by Jendela Dunia on Friday, 14 August 2015



A.    Pengertian Evaluasi
Evaluasi menurut istilah sebagaimana dikemukakan oleh Edwin Wandt dan Gerald W.Brown : Evaluation refer to the act or process to determining the value of something. Menurut definisi ini, maka istilah evaluasi itu menunjuk kepada atau mengandung pengertian : suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.
Sejumlah ahli mengemukakan pemahaman evaluasi secara etimologis, menurut
Raka Joni evaluasi adalah sebagai suatu proses mempertimbangkan sesuatu baran atau gejala dengan pertimbangan pada paatokan-patokan tertentu. Patokan tersebut mengandung pengertian baik-tidak baik, memadai tidak memadai, memenuhi syarat tidak memenuhi syarat.
Dengan mendasarkan pengertian di atas, maka dapat dikemukakan bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menggunakan patokan-patokan tertentu untuk mencapai tujuan. Sementara itu, evaluasi hasil belajar pembelajaraan adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menggunakan patokan-patokan tertentu agar mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya.
Untuk lebih memperjelas makna evaluasi, terdapat beberapa perumusan penilaian sebagai padanan kata evaluasi menurut beberapa ahli, di antaranya seperti berikut :
·         Ralf Tyler, menyatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan pendidikan sudah tercapai.
·         Adam, menjelaskan bahwa kita mengukur berbagai kemampuan anak didik. Bila kita melangkah lebih jauh lagi dalam menginterpretasikan skor sebagai hasil pengukuran itu, dengan menggunakan standar tertentu untuk menentukan nilai dalam suatu kerangka maksud pendidikan dan pelatihan atas dasar beberapa pertimbangan lain untuk membuat penilaian, maka kita tidak lagi membatasi diri kita dalam pengukuran karena telah mengevaluasi kemampuan atau kemajuan anak didik.
Penilaian atau assesement terhadap pembelajaran siswa membutuhkan penggunaan sejumlah teknik untuk mengukur prestasi siswa. Penilaian merupakan suatu proses sistematis yang memainkan peran penting dalam pengajaran yang efektif. Penilaian berawal dari identifikasi tujuan pembelajaran dan berakhir dengan penilaian tentang seberapa dalam tentang tujuan itu telah tercapai.
Seringkali orang dibingungkan oleh istilah penilaian, ujian, dan pengukuran karena mungkin saja kesemuanya terlihat dalam proses suatu tunggal. Penilaian hasil belajar adalah segala macam prosedur yang digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai untuk kerja siswa  atau seberapa jauh siswa dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

B.     Kegunaan Evaluasi
Penilaian hasil belajar adalah segala macam prosedur yang digunakan untuk mendapatkan   tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Beberapa tujuan atau fungsi dari evaluasi hasil belajar adalah sebagai berikut :
a.      Diagnostik : menentukan letak kesulitan-kesulitan siswa dalam belajar, bisa terjadi saja, bisa juga untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan merencanakan program Remedial Teaching (pengajaran perbaikan).
b.      Seleksi : menentukan mana calon siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu dan mana yang tidak dapat diterima. Seleksi dilakukan guna menjaring siswa yang memenuhi syarat tertentu.
c.       Kenaikan Kelas : menentukan naik atau lulus tidaknya siswa setelah menyelesaikan suatu program pembelajaran tertentu.
d.      Penempatan : menempatkan siswa sesuai dengan kemampuan / potensi mereka.
e.       Fungsi Administratif  : untuk penyusunan daftar nilai dan pengisian buku rapor.
f.        Fungsi promosi : untuk menetapkan kenaikan atau kelulusan.
g.      Sebagai sumber data BP yang dapat memasok data siswa tertentu yang memerlukan bimbingan dan penyuluhan (BP).
h.      Sebagai bahan pertimbangan pengembangan pada masa yang akan datang yang meliputi pengembangan kurikulum.


C.    Macam-macam Evaluasi
Pada prinsifnya, evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan berkesinambungan. Oleh karena itu, macamnya pun banyak, mulai dari yang sederhana sampai yang paling kompleks.
a.       Pre Test dan Post Test
Kegiatan Pre Test dilakukan guru secara rutin pada setiap akan memulai penyajian materi baru. Tujuannya, ialah untuk mengidentifikasi taraf pengetahuan siswa mengenai bahan yang akan disajikan. Evaluasi seperti ini berlangsung singkat dan sering tidak memerlukan instrumen tertulis.
Pro Test adalah kebalikan dari Pre Test, yakni kegiatan evaluasi yang dilakukan guru pada setiap akhir penyajian materi. Tujuannya adalah untu mengetahui taraf penguasaan siswa atas materi yang telah diajarkan . evaluasi ini juga berlangsung singkat dan cukup dengan menggunakan instrumen sederhana yang berisi item-item yang jumlahnya sangat terbatas.
b.      Evaluasi Prasyarat
Evaluasi jenis ini sangat mirip dengan pre test. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi penguasaan siswa atas materi lama yang mendasari materi baru yang akan diajarkan. Contoh : evaluasi penguasaan penjumlahan bilangan sebelum memulai pelajaran perkalian bilangan, karena penjumlahan merupakan prasyarat atau dasar perkalian.
c.       Evaluasi Diagnostik
Evaluasi ini dilakukan setelah selesai penyajian sebuah satuan pelajaran dengan tujuan mengidentifikasi bagian-bagian tertentu yang belum dikuasai siswa. Instrumen evaluasi jenis ini dititik beratkan pada bahasan tertentu yang dipandang telah membuat siswa mendapatkan kesulitan.
d.      Evaluasi Formatif
Evaluasi jenis ini dapat dipandang sebagai “ulangan” yang dilakukan pada setiap akhir penyajian satuan pelajaran atau modul. Tujuannya ialah memperoleh umpam balik yang mirip dengan evaluasi diagnostik, yakni untuk mendiagnosis (mengetahui kesulitan) kesulitan belajar siswa. Hasil diagnosis kesulitan belajar tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan rekayasa pengajaran remedial (prerbaikan).
e.       Evaluasi Sumatif
Macam penilaian sumatif dapat dianggap sebagai “ulangan umum’ yang dilakukan untuk mengukur kinerja akademik atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran. Evaluasi ini lazim dilakukan pada setiap akhir semester atau akhir tahun ajaran. Hasilnya di jadikan bahan laporan resmi mengenai kinerja akademik siswa dan bahan penentu naik atau tidaknya siswa ke kelas yang lebih tinggi.
f.       Ujian Akhir Nasional (UAN)
Ujian akhir nasional (UAN) yang dulu disebut EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) pada prinsipnya sama dengan evaluasi sumatif dalam arti sebagai alat penentu kenaikan status siswa. Namun, UAN yang diberlakukan mulai tahun 2002 itu dirancang untuk siswa yang telah menduduki kelas tertinggi pada suatu jenjang pendidikan tertentu seperti jenjang SD/MI, SLTP/MTS, dan sekolah sekolah menengah yakni SMA dan sebagainya.

D.    Kriteria Tes yang Baik
Untuk mengukur kesesuaian,efisiensi, dan kemantapan suatu alat penilaian atau suatu tes dipergunakan berbagai macam kualitas seperti validitas, keandalan, objektifitas, dan kepraktisan (practicability).
Validitas (kesahihan) adalah kualitas yang menunjukan hubungan antara suatu pengukuran (diagnosis) dengan arti atau tujuan kriteria belajar atau tingkah laku. Beberapa kriteria dapat dipilih untuk memperlihatkan keefektifan terhadap peramalan performance yang akan datang (yang akan terjadi), kriteria yang lain untuk menunjukan status yang muncul, kriteria yang lain untuk menimbulkan sifat-sifat yang refresentatif dari luasnya isi atau tingkah laku, dan kriteria yang lain lagi untuk (melengkapi) penyediaan data untuk menunjang data atau menolak beberapa teori psikologis.
Validitas merupakan syarat yang terpenting dalam suatu alat evaluasi. Suatu teknik dikatakan mempunyai validitas yang tinggi jika teknik evaluasi atau tes itu dapat mengukur apa yang sebenarnya akan diukur.
Jenis-jenis validitas :
1.      Content validity
Suatu tes dikatakan memiliki Content validity jika isi tes itu sesuai dengan atau mewakili sampel hasil-hasil belajar yang seharusnya dicapai menurut tujuan kurikulum.
2.      Contruct validity
Untu menentukan adanya Contruct validity, suatu tes dikorelasikan dengan suatu konsepsi atau teori. Items dalam tes itu harus sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan dalam konsepsi tadi, yaitu tentang konsepsi yang akan dites.
3.      Predictive validity
Suatu tes dikatakan memiliki Predictive validity jika hasil korelasi tes itu dapat meramalkan dengan tepat keberhasilan seseorang pada masa mendatang di dalam lapangan tertentu.
4.      Concurrent validity
Jika hasil suatu tes mempunyai korelasi yang tinggi dengan hasil suatu alat ukur lain terhadap bidang yang sama pada waktu yang sama pula maka dikataklan tes itu memiliki Concurrent validdity.
Keandalan adalah kualitas yang menunjukaan kemantapaan (consistency) ekuivalenasi atau stabilitas suatu pengukuran yang dilakukan.
Keandalan adalah ketetapan atau ketelitian suatu alat evaluasi. Suatu tes atau alat evaluasi dikatakan andal jika ia dapat dipercaya,konsisten, atau stabil dan produktif. Jadi, yang dipentingkan disini ialah ketelitiannya, sejauh mana tes atau alat tersebut dapat dipercaya kebenarannya.
Objektivitas adalah kualitas yang menunjukan identitas atau kesamaan dari skor-skor atau diagnosis-diagnosis yang diperoleh dari data yang sama dari kompeten yang sama. Suatu norma memperlengkapi nilai rata-rata bagi sustu pengukuran atau diagnosis yang di peroleh dengan administrasi, suatu alat pengukuran untuk suatu populasi tertentu sehingga dengan demikian pengukuran-pengukuran berikutnya bagi suatu individu atau kelompok dapat dibandingkan dengan nilai-nilai yang khas dari populasi normatif itu.
Objektivitas suatu tes ditentukan oleh tingkat atau kualitas kesamaan skor-skor yang diperoleh dengan tes tersebut meskipun hasil tes itu dinilai oleh beberapa penilai.
Kualitas objektivitas suatu tes dapat dibedakan menjadi tiga macam tingkatan yaitu :
a.       Objektivitas tinggi ialah jika hasil-hasil tes itu menunjukan tingkat kesamaan yang tinggi.
b.      Objektivitas sedang ialah seperti tes yang sudah distandardisasi, tetapi pandangan subjektif skor masih mungkin muncul dalam penilaian interpretasinya.
c.       Objektivitas fleksibel ialah seperti beberapa jenis tes yang digunakan oleh LPB (Lembaga Bimbingan dan Penyuluhan) untu keperluan counseling.

Kepraktisan (practicability) adalah kualitas yang menunjukan kemungkinan dapat dijalankannya suatu kegunaan umum dari suatu teknik penilaian, dengan mendasarkannya pada biaya, waktu yang diperlukan untuk menyusun, kemudahan penyusunan,mudahnya penskoran, dan mudahnya penginterpretasian hasil-hasilnya.
Kepraktisan suatu tes penting juga diperhatikan. Suatu tes dikatakan mempunyai kepraktisan yang baik jika kemungkinan untuk menggunakan tes itu besar. Kriteria untuk mengukur praktis tidaknya suatu tes dapat dilihat dari :
a.       Biaya yang diperlukan untuk menyelenggarakan tes itu
b.      Waktu yang diperlukam untuk menusun tes itu
c.       Sukar-mudahnya menyusun tes itu
d.      Sukar-mudahnya menilai hasil tes itu
e.       Sulit tidaknya menginterpretasikan hasil tes itu
f.       Lamanya waktu yang diperlukan untuk melaksanakan tes itu.

E.     Metode Tes
a.       Tes Uraian
Tes uraian(essay test) yang juga sering dikenal dengan istilah subjektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang memiliki karakteristik sebagaimama dikemukakan berikut ini :
Pertama, tes tersebut berbentuk pertanyaan atau perintah yang menghendaki jawaban berupa uraian atau paparan kalimat yang pada umumnya cukup panjang.
Kedua, bentuk-bentuk pertanyaan atau perintah itu menuntut untuk memberikan penjelasan, komentar, penafsiran, membandingkan, membedakan, dan sebagainya.
Sebagai salah satu jenis tes hasil belajar, tes uraian dapat di bedakan menjadi dua golongan yaitu  bentuk bebas atau terbuka dan tes uraian bentuk terbatas.
Tes hasil belajar bentuk uraian sebagai salah satu alat pengukur hasil belajar, tepat dipergunakan apabila pembuat soal disamping ingin mengungkap daya ingat dan pemahaman terhadap materi pelajaran yang ditanyakan dalam tes, juga dikehendaki untuk mengungkap kemampuan dalam memahami berbagai macam konsep berikut aplikasinya.
b.      Tes Obyektif
Tes Obyektif yang juga dikenal dengan istilah tes jawaban pendek adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapa dijawab dengan jalan memilih salah satu di antara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing items atau dengan jalan menuliskan jawabannya berupa kata-kata tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masing-masing butir items yang bersangkutan.
Sebagai salah satu jenis tes hasil belajar, tes obyektif dapat dibedakan menjadi lima golongan :
1.      Tes Obyektif berupa benar atau salah
2.      Tes Obyektif bentuk menjodohkan
3.      Tes Obyektif bentuk melengkapi
4.      Tes Obyektif bentuk isian
5.      Tes Obyektif pilihan ganda
c.       Tes Psikomotorik
Cara yang dipandang tepat untuk mengevaluasi keberhasilan belajar yang berdimensi ranah psikomotor adalah observasi. Observasi dalam hal ini dapat diartikan sebagai sejenis tes mengenai peristiwa, tingkah laku, atau fenomena lain dengan pengamatan langsung. Guru yang hendak melakukan observasi perilaku psikomotor siswa-siswanya seyogyanya memoersiapkan langkah-langkah yang cermat, dan sistematis menurut pedoman yang terdapat dalam lembar format observasi yang sebelumnya telah disediakan baik oleh sekolah maupun oleh guru itu sendiri.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Bahwa evaluasi adalah suatu proses menentukan nilai seseorang dengan menggunakan patokan-patokan tertentu untuk mencapai tujuan. Sementara itu, evaluasi hasil belajar pembelajaraan adalah suatu proses menentukan nilai prestasi belajar pembelajar dengan menggunakan patokan-patokan tertentu agar mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan sebelumnya. Penilaian hasil belajar adalah segala macam prosedur yang digunakan untuk mendapatkan   tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.
Pada prinsifnya, evaluasi hasil belajar merupakan kegiatan berencana dan berkesinambungan. Oleh karena itu, macamnya pun banyak, mulai dari yang sederhana sampai yang paling kompleks. Untuk mengukur kesesuaian,efisiensi, dan kemantapan suatu alat penilaian atau suatu tes dipergunakan berbagai macam kualitas seperti validitas, keandalan, objektifitas, dan kepraktisan (practciibility). Metode  tes dalam evaluasi terbagi menjadi tiga yaitu : metode tes uraian, metode tes obyektif, dan metode tes psikomotorik.


















DAFTAR PUSTAKA
Siregar Eveline(2010), Teori Belajar dan Pembelajaran,Bogor : Ghalia Indonesia.
Purwanto M.Ngalim (1990), Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran,Bandung : Remaja Rosdakarya Offset.
Sudijono Anas(1995), Pengantar Evaluasi Pendidikan,Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Syah Muhibin(2003),Psikologi Belajar, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}