Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » , » Pengantar stdui sekte wahhabiyyah

Pengantar stdui sekte wahhabiyyah

Posted by Jendela Dunia on Sunday, 9 August 2015



Pengantar stdui sekte wahhabiyyah
sebuah catatan kritis epistemologis
        Salah satu ideologi dan aliran yang berasal dari luar indonesia dan eksistensinya kerap menjadi perbincangan banyak kalangan adalah kelompok wahhabiyyah. ada banyak silang sengketa dalam menilai dan menyikapi aliran ini. ada yang antipati dan ada pula yang tak sedikit untuk membelanya
hingga mati.berangkat dari inilah kiranya perlu adanya kajian atau telaah yang menyoroti sepak terjang aliran wahhabiyah secara komprehensif demi mendapatkan sebuah hasil obyektif.
Telaah Historis sekte wahhabiyyah
        sebelum membincang sejarah kemunculan wahhabiyyah, maka perlu untuk mengetahui apa atau siapa yang dimaksud dengan wahhabiyyah?
menurut Hasan ibn 'ali al-saqqaf, seorang murid Dr Said Ramadhan al-buthi menjelaskan; wahhabiyyah (dan salafiyyah) adalah para pengikut mazdhab Hanbali yang meyakini konsep tajsim dan tidak melakukan penghormatan selayaknya kepada ahlul bait (di indonesia sering disebut habib), meski mereka mngaku sebagai pengikut imam ahmad ibn hanbal, namun dalam pelbagai permasalahan,mereka jauh bertolak belakang dengan sang patron.
        menitik ta'rif tersebut, Hasan ibn 'Ali al-saqafi cenderung menyamakan antara gerakan salafiyyah (salafisme) dengan wahhabiyyah. dengan tegas ia menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan yang esensial diantara keduanya,
penegasan yang serupa dikemukakan oleh sejarawan berkebangsaan mesir, Amad amin, dalam analisisnya, wahhabiyyah merupakan nama yang diberikan para penentang kepada para pendukung dan pengagum ajaran muhamad ibn abdul wahhab. adapun pengikut ajaran muhamad ibn abdul wahhab lebih nyaman menyebut diri mereka sendiri dengan al-muwahiddin.
seorang ulama besar mufti syafi'i di makkah, syeikh sayid Ahmad zaini dahlan (w.1304 H). menulis sebuah buku untuk menolak kaum wahhabi dengan judul "ad durarus saniyah firaddi alal wahabiyah"
Muhamad bin abdul wahhab berasal dari qabilah bani Tamim, lahir 1115 H, wafat tahun 1206 H.
mula - mula ia belajar agama di makkah dan madinah. di antara gurunya terdapat yang di bernama syeikh muhamad sulaiman al-kurdi.syeikh abdul wahab (bapaknya sendiri) dan kakaknya syeikh sulaiman bin abdul wahab. guru-gurunya termasuk bapaknya termasuk ulama ahlussunah wal jama'ah. hal ini dapat dilihat di buku "as shawa'iqul ilahiyah firaddi al wahhabiyyah ( petir yang membakar untuk menolak kaum wahabi) karangan kakaknya syeikh sulaiman bin abdul wahhab.
menurut buku "kasyfus syubahat" tersebut,yang berasal dari tulisan cucu cucu dari keluarga muhamad bin abdul wahhab,yaitu abdul lathif bin ibrahim ali syeikh, bahwa Muhamad bin Abdul wahab lahir di suatu desa bernama Ainiyah pada tahun 1115 H.
waktu kecil ia belajar agama kepada bapaknya, karena bapaknya adalah ulama di desa itu. setelah ia mencapai usia dewasa ia pergi ke makkah untuk menunaikan haji dan kembali ke ainiyah sesudah mengerjakan haji.
kemudian ia datang lagi ke makkah dan madinah yang kedua kali,lama ia tinggal di madina dan makkah untuk menuntut ilmu.
katanya; pada kali yang kedua inilah ia banyak melihat di madinah amal-amal / ibadat -ibadat orang islam dihadapan makam nabi yang berlainan dari syari'at islam, menurut kacamatanya.
kemudian ia pindah ke bashrah dan menyiarkan fatwa-fatwa yang ganjil,tetapi ia segera di usir oleh penguasa kota basrah dan dikeluarkan dari kota tersebut.
kemudian muhamad bin abdul wahab pergi ke Hassa dan berguru lagi kesitu dengan syeikh abdullah bin adul lathif, seorang ulama di hassa ketika itu.
muhamad bin abdul wahab membutuhkan seorang penguasa untuk menolong menyiarkan pahamnya yang baru,dan muhamad bin sa'ud membutuhkan ulama yang dapat mengisi rakyatnya dengan ideologi yanng keras, demi untuk memperkokoh pemerintahan dan kekuasaannya.
sudah jelas dari uraian di atas bahwa paham muhamad bin abdul wahab tidak di terima di basrah juga tidak diterima di ainiyah, sehingga ia di usir dari kedua tempat itu oleh penguasa,
tetapi dengan pertolongan muhamad bin sa'ud di kota dur'iyah banyak jugalah pengikut - pengikut muhamad bin abdul wahab yang terdiri dari orang - orang padang pasir.sehingga menjadi kekuatan yang tidak dapat diabaikan oleh turki dan syarif - syarif di makkah ketika itu.
pada suatu ketika mereka mengirim delegasinya ke makkah menemui syarif makkah, yaitu syarif mas'ud sambil mengerjakan haji. delegasi ini menyiarkan fatwa-fatwa wahabi yang ganjil - ganjil di makkah.
syarif mas'ud menangkap orang - orang ini dan membunuh sebagiannya, tetapi sebagian lagi lolos dan pulang memberikan kabar kepada muhamad bin mas'ud.
dari kejadian ini berkobarlah permusuhan antara kaum-kaum wahabi dengan syarif syarif makkah.
dalam hal ini,syarif mas'ud membuat suatu kesalahan karena ia menangkap orang haji dan membunuh mereka.padahal tuhan telah berfirman bahwa;siapa yang masuk makkah,aman. (surat al-imran : 97). seharusnya kalau ia tidak sesuai dengan paham wahabi ia boleh mengusir saja tanpa harus membunuh.
tetapi dalam sejarah ini dapat di ambil pula,bahwa raja makkah ketika itu tidak menyukai paham waham wahabi,serupa dengan raja raja di basrah dan ainiyah.
        muhamad bin abdul wahab biasa memfatwakan bahwa orang -orang di makkah itu banyak yang kafir. karena mereka membolehkan mendo'a dengan tawassul dihadapan makam nabi, memuji muji nabi dengan membaca burdah "amin tadza",membaca shalawat dalailul khairat yang berlebih - lebihan memuji nabi,dll. dan akhirnya mereka di kafirkan karena tidak mau mengikuti ajaran muhamad bin abdul wahab.
        tersebut dalam sejarah bahwa suatu kali terjadi perdebatan antara muhamad bin abdul wahab dengan saudaranya sulaiman bin abdul wahab, dalam soal kafir mengkafirkan ini.
sulaiman bertanya kepada adiknya, berapa rukun islam? muhamad menjawab "lima"
sulaiman : tetapi kamu menjadikan 6 !
muhamad : apa ?
sulaiman : kamu memfatwakan bahwa siapa yang mengikutimu adalah mu'min dan yang tidak mengikutimu adalah kafir.
muhamad : terdiam dan marah !
sesudah itu ia berusaha menangkap kakaknya dan akan membunuhnya, dan sulaiman dapat lolos ke makkah dan setibanya ia ke makkah ia mengarang buku "as shawa'iqul ilahiyah firaddi 'alal wahabiyah"
dari riwayat ini dapat dipetik suatu hal,yaitu bahwa muhamad bin abdul wahab pada permualaan fatwa - fatwanya banyak sekali mengkafirkan orang orang yang tidak mau menerima fatwanya.
muhamad bin abdul wahab sejak membuka fatwanya di dur'iyah tidak mau ke makkah lagi. karena ia tidak sudi melihat orang - orang makkah yang penuh dengan kemaksiatan, katanya!! yang dimaksud maksiat yaitu berbondong - bondong ke makam nabi untuk bertwasul.
adapun doktrin wahabi yang sampai sekarang masih di pegang teguh antara lain :
1. tidak boleh dan dilarang keras melagu qasidah
2. tidak boleh membaca kitab shalawat dalailul khairat,dan lebih lebih lagi tidak boleh membaca burdah , yaitu qasidah amin tadza yang ada dalam kitab dalailul khairat itu,karena di dalamnya terlalu banyak memuji muji nabi muhamad saw.
3. tidak boleh mengkaji sifat "dua puluh" sebagai yang tertulis dalam kitab - kitab kifayatul awam,matan jauharatul tauhid, sanusi, dan kitab kitab lainnya karangan asy'ari/kitab-kitab ahlussunah wal jama'ah
4. kubah di atas tanah dimana nabi muhamad saw. dilahirkan, yaitu di suq al leil,di runtuhkan,didatarkan dengan tanah. di runtuhkan dengan meriam.
5. perayaan maulid nabi bulan rabi'ul awal dilarang keras, karena itu pekerjaan bid'ah. katanya..
dll doktrin yang sangat bertentangan dengan ahlussunah wal jama'ah.

sumber : buku i'tiqad ahlussunah wal jama'ah, buku kearifan memahami tradisi NU. dan berbagai sumber.


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}