Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » , » Pendekatan Komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Arab

Pendekatan Komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Arab

Posted by Jendela Dunia on Friday, 14 August 2015



A.     Pendekatan Komunikatif
 adalah alat komunikasi, dan pengajaran bahasa dianggap berhasil bila dapat mengantarkan peserta didik menjadi mampu pencapaian kemampuan komunikasi aktif dan praktis berkomunikasi dengan bahasa target. Pendekatan Komunikatif yang dalam bahasa Arab disebut المدخل الإتّصالى adalah pendekatan yang memfokuskan tujuan pada. Ini adalah pendekatan mutakhir yang sangat populer. Terobosan baharu yang strategis di bidang pengajaran bahasa telah dilakukan melalui pendekatan ini sehingga oleh para pemerhati bahasa, ia dianggap sebagai pendekatan yang integral dan memiliki ciri-ciri yang pasti.
Sasaran pendekatan ini adalah memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menggunakan bahasa Arab pada situasi yang alami secara spontan dan kreatif. Sedang fokusnya adalah menyampaikan makna atau maksud yang tepat, sesuai dengan tuntutan dan fungsi komunikasi pada saat komunikasi berlangsung. Tata bahasa dalam perspektif pendekatan ini merupakan pengetahuan tentang jabatan komponen-komponen penyusun bahasa untuk semakin mengokohkan pemahaman tentang makna dan maksud kalimat yang digunakan, sehingga peserta didik diharapkan dapat mengungkapkan pikiran, perasaan, kemauan dan keyakinan berlandaskan pada kaidah tata bahasa yang tepat.

B.     Sejarah Lahirnya Pendekatan Komunikatif.
Pada tahun 1960-an tradisi pembelajaran bahasa di Inggris mengalami perubahan cukup mendasar. Perubahan ini dipicu oleh asumsi baru tentang hakikat pembelajaran bahasa yang secara mendasar mengikuti asumsi-asumsi baru. Hal inilah yang mendorong munculnya pembelajaran Bahasa Komunikatif (Communikative Language Teaching).
Pada tahun-tahun sebelumnya, situasional Language Teaching mendominasi percaturan pembelajaran bahasa Inggris. Pada “Situasional Language Teaching” dalam hal ini tertentu mirip dengan pendekatan komunikatif. Bahasa diajarkan dengan cara melatih siswa tentang struktur dasar dalam berbagai aktivitas yang didasarkan pada hal-hal yang bermakna. Pendekatan pembelajaran bahasa tersebut tidak dapat bertahan lama sebab ada bantahan-bantahan dari para pakar linguis di Amerika. Dalam pendekatan audiolingual sebagai bagian dari penerapan pendekatan Situasi Language Teaching.

C.     Hakikat Pendekatan Komunikatif
Istilah pendekatan komunikatif yang pertama kali muncul di Inggris dengan nama Communicative Approach. Tujuan pendekatan ini adalah
 (a) menciptakan kompetensi sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan
(b) mengembangkan prosedur keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis (Tolla, 1996: 95). Selanjutnya, Littlewood (dalam Azies,1996: 4) menjelaskan bahwa salah satu ciri khas utama penmbelajaran bahasa komunikatif adalah pemberian perhatian sistematis terhadap aspek-aspek fungsional dan struktural bahasa. Berdasarkan ciri tersebut, maka ia menetapkan dua dimensi yang perlu diperhatikan dalam menyusun program pembelajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif di antaranya adalah :
(1)   Dimensi yang berkaitan dengan perumusan tujuan keterampilan yang diperlukan pembelajar bahasa yang tidak hanya terbatas pada pemakaian struktur bahasa, tetapi juga penguasaan keterampilan yang lain, yaitu keterampilan bagaimana menghubungkan struktur-struktur tersebut dan fungsi-fungsi komunikasi sesuai dengan situasi peristiwa bahasa.
(2)   Dimensi yang berkaitan dengan jenis-jenis kegiatan belajar yang diperlukan untuk mencapai tujuan pertama. Asumsinya adalah belajar berkomunikasi, tetapi yang lebih penting ialah pembelajar mampu menggunakan bahasa itu secara otomatis atau spontan.
Berdasarkan kedua dimensi di atas dapat dipahami bahwa kemahiran penggunaan bahasa dalam situasi komunikasi yang nyata sesungguhnya jauh  berkenaan dengan butir-butir bahasa. Dengan demikian, penggunaan bahasa untuk tujuan tertentu seperti:  menyapa, meminta maaf, menasihati, memuji atau mengungkapkan pesan tertentu dalam kegiatan berkomunikasi (Pateda, 1991).
Untuk lebih memahami hakikat pendekatan komunikatif secara mendalam ada delapan hal yang perlu dijelaskan yaitu:


1.       Teori Bahasa
Pendekatan komunikatif berdasarkan pada teori bahasa yang menyatakan bahwa pada hakikatnya bahasa itu merupakan suatu sistem untuk mengekspresikan makna. Teori ini lebih memberi tekanan pada dimensi  semantik dan komunikatif dibandingkan pada ciri-ciri gramatikal bahasa. Oleh karena itu, dalam pembelajaran bahasa yang berdasarkan pada pendekatan komunikatif bahasa, bukan pengetahuan tentang bahasa.
2.      Teori Belajar
Kegiatan belajar dikembangkan dengan  mengarahkan pembelajar ke dalam komunikasi nyata. Pembelajar dituntut pula untuk menggunakan bahasa yang dipelajarinya. Teori belajar yang cocok untuk pendekatan ini adalah pemerolehan bahasa kedua secara alamiah. Teori ini beranggapan bahwa proses belajar bahasa lebih efektif apabila bahasa diajarkan secara informal melalui komunikasi langsung di dalam bahasa yang sedang dipelajari.
3.      Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai di dalam pembelajaran bahasa yang     berdasarkan pendekatan komunikatif merupakan tujuan yang lebih mencerminkan kebutuhan siswa. Karena kebutuhan siswa yang utama dalam belajar bahasa berkaitan dengan kebutuhan komunikasi. Oleh karena itu, tujuan umum pembelajaran bahasa adalah mengembangkan kemampuan siswa untuk berkomunikasi (kompotensi dan performansi komunikatif).
4.      Silabus
Silabus harus disusun searah dengan tujuan pembelajaran. Oleh     karena itu, dalam penyusunan silabus pembelajaran bahasa yang berdasarkan pendekatan komunikatif yang harus diperhatikan ialah kebutuhan dan materi-materi yang dipilih harus sesuai dengan kebutuhan siswa.
5.      Tipe Kegiatan
Di dalam pembelajaran bahasa yang menggunakan pendekatan komunikatif, pembelajar diarahkan ke dalam situasi komunikasi nyata. Kegiatan komunikasi tersebut dapat berupa kegiatan tukar informasi, negoisasi makna, atau kegiatan berinteraksi.



6.      Peranan Guru
Dalam pembelajaran bahasa Arab, guru dapat berperan sebagai fasilitator dalam proses komunikasi, partisipan tugas dan teks, menganalisis kebutuhan, konselor, dan manajer kegiatan belajar mengajar dalam kelas.
7.      Peranan Siswa
 Dalam pembelajaran bahasa Arab pembelajar berperan sebagi pemberi dan penerima, sebagai negoisator dan interaktor dalam kegiatan pembeajaran bahasa Arab dengan pendekatan komunikatif pembelajar. Dengan demikian, para siswa tidak  diharuskan menguasai bentuk-bentuk dan makna-maknanya dalam kaitannya dengan konteks pemakaiannya.
8.      Peranan materi
Dalam pembelajaran bahasa Araba materi disusun dan disajikan dalam peranan sebagai pendukung usaha peningkatan kemahiran berbahasa dalam tindak komunikasi yang nyata. Materi ditempatkan sebagai bagian yang memiliki andil besar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, dalam pembelajaran bahasa komunikatif materi berfungsi sebagai sarana yang sangat penting dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran (Sumardi, 1992).
Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa  pendekatan komunikatif adalah pembelajaran bahasa yang berdasarkan pada tujuan pembelajaran yang mementingkan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi. Siswa diarahkan untuk dapat menggunakan bahasa, bukan mengetahui tentang bahasa dan bertujuan untuk membentuk kompetensi komunikasi, bukan semata-mata membentuk kompetensi kebahasaan, dengan memanfaatkan seluruh sarana dan prasarana kegiatan belajar mengajar

D.     Ciri-ciri Pendekatan Komunikatif
            Untuk menentukan ciri-ciri pendekatan komunikatif, landasan pokok yang berkenaan hal tersebut, adalah hakikat teori bahasa, hakikat belajar bahasa, dan hakikat pembelajaran bahasa.
  1. Hakikat Teori Bahasa
Pendekatan komunikatif pertama-tama berdasarkan pada teori bahasa sebagai komunikasi (language as communication). Teori bahasa yang secara khusus merupakan pengembangan pendekatan komunikatif. Teori ini bertentangan dari kebiasaan penekanan struktur bahasa. Dalam teori bahasa tersebut bahasa dilihat dari sistem gramatika sebagai sebuah sistem komunikasi di tingkat teori bahasa, pendekatan komunikatif memiliki landasan teoretis yang cukup kokoh (Pateda, 1991). Teori yang melandasi pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:
Ø  Bahasa adalah sistem untuk mengungkapkan makna.
Ø   Fungsi utama bahasa adalah untuk interaksi dan komunikasi.
Ø  Struktur bahasa mencerminkan kegunaan fungsional dan komunikatifnya.

Teori lain yang  melandasi pendekatan komunikatif adalah tentang fungsi bahasa yang diketengahkan oleh Halliday (dalam Pateda, 1991). Ketujuh fungsi bahasa tersebut sebagai berikut: 
·        Fungsi instrumental yaitu menggunakan bahasa untuk memperoleh sesuatu.
·        Fungsi regulator yaitu menggunakan bahasa untuk mengontrol perilaku orang lain.
·         Fungsi interaksional yaitu menggunakan bahasa untuk menciptakan    interaksi dengan orang lain.
·          Fungsi personal yaitu menggunakan bahasa untuk mengungkapkan perasaan dan makna.
·          Fungsi teoristik yaitu menggunakan bahasa untuk belajar dan menemukan makna.
·           Fungsi imajinatif yaitu menciptakan dunia imajinasi. (g) Fungsi representasional yaitu menggunakan bahasa untuk menyampaikan informasi.
  1.  Hakikat Belajar Bahasa
Beberapa ahli ilmu bahasa terapan dalam pembelajaran bahasa, antara lain Brumfit, Johnson, serta Littlewood (dalam Syafi’ie, 1993) mengemukakan beberapa prinsip teori belajar bahasa yang menjadi dasar pendekatan komunikatif sebagai berikut:
a.  Untuk mendorong kegiatan proses belajar bahasa dibutuhkan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan komunikasi yang sebenarnya. Berdasarkan prinsif ini, tidak berarti bahwa pembelajaran bahasa selalu berupa aktivitas berkomunikasi yang sebenarnya terjadi. Adapun kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berupa latihan-latihan pemakaian bahasa bukanlah tujuan pembelajaran melainkan media untuk mencapai tujuan yakni kemampuan berkomunikasi oleh karena latihan-latihan menuju pendekatan komunikatif penggunaan bahasa bukan pengetahuan kebahasaan.
b. Penciptaan kegiatan-kegiatan yang bermakna pada siswa dengan penggunaan bahasa akan mendorong proses belajar bahasa. Dari prinsif ini pembelajaran bahasa dengan pendekatan komunikatif sangat mengutamakan berbagai tugas yang bermakna bagi siswa.
c. Bahasa yang bermakna bagi siswa akan mendorong proses belajar siswa. Berdasarkan prinsif ini, materi pembelajaran bahasa melalui pendekatan komunikatif adalah bahasa dalam pemakaian. Dalam rangka merepresentasikan prinsip-prinsip tersebut dalam prosedur pembelajaran bahasa Arab, hendaknya digunakan metode-metode yang mempunyai persesuaian dengan tujuan pengajaran komunikatif. Beberapa diantaranya secara singkat dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel Metodologi dalam Kerangka Pendekatan Komuniklatif
No
Metode
Titik persesuaian
Pola metodis yang sebaiknya dihindari
1.
Metode Langsung
Siswa dilatih praktek langsung menerima dan menggunakan bahasa target.
Larangan menggunakan bahasa ibu.
2.
Mim-mem method dan metode pattern practice
Bertujuan membentuk kemahiran menggunakan bahasa lisan secara spontan dan kemahiran memahami apa yang didengar dan diucapkan.
Pemberian drill pengulangan berlebihan yang tanpa makna.
3.
Oral method
Target metode ini ialah kemampuan dan kelancaran berbahasa lisan atau berkomunikasi langsung sebagai fungsi utama bahasa.
Kurang memperhatikan aspek kemahiran berbahasa tulis.
4.
Metode eklektik
Memadukan berbagai metode, termasuk direct dan grammar-translation dengan mengambil sisi kelebihan masing-masing metode. Yang terpenting adalah memenuhi kebutuhan pelajar, bukan kebutuhan suatu metode.
Jika perencanaan kurang matang, dikhawatirkan praktek pengajaran menjadi ’asal-asalan’.



















BAB III

PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Pendekatan komunikatif  adalah alat komunikasi, dan pengajaran bahasa dianggap berhasil bila dapat mengantarkan peserta didik menjadi mampu pencapaian kemampuan komunikasi aktif dan praktis berkomunikasi dengan bahasa target. Pendekatan Komunikatif yang dalam bahasa Arab disebut المدخل الإتّصالى adalah pendekatan yang memfokuskan tujuan. Istilah pendekatan komunikatif yang pertama kali muncul di Inggris dengan nama Communicative Approach.
Tujuan pendekatan ini adalah
 (a) menciptakan kompetensi sebagai tujuan pembelajaran bahasa dan
(b) mengembangkan prosedur keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara,
Untuk lebih memahami hakikat pendekatan komunikatif secara mendalam ada delapan hal yang perlu dijelaskan yaitu:
1.      Teori Bahasa
2.      Teori Belajar
3.      Tujuan
4.      Silabus
5.      Tipe Kegiatan
6.      Perananan guru
7.      Peranan siswa
8.      Peranan materi
Teori yang melandasi pendekatan tersebut adalah sebagai berikut:
Ø  Bahasa adalah sistem untuk mengungkapkan makna.
Ø   Fungsi utama bahasa adalah untuk interaksi dan komunikasi.
Struktur bahasa mencerminkan kegunaan fungsional dan komun


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}