Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » » Instrumen Penelitian

Instrumen Penelitian

Posted by Jendela Dunia on Friday, 14 August 2015



A.    Instrumen Penelitian ( أدوات البحث العلم)
Instrument penelitian adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah, atau mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan
atau menguji suatu hipotesis.
Instrumen Penelitian juga bisa disebut sebaga alat yang digunakan untuk menggunakan data penelitian, baik data yang kualitatif maupun yang kuantitatif. Data kualitatif dapat berupa gambar, kata dan atau benda lainnya yang non angka, sedangkan data kuantitatif adalah data yang bersifat atau berbentuk angka. Dalam penelitian kualitatif, instrument utamanya adalah peneliti. Jadi, yang dimaksud dengan instrument penelitian disini adalah instrument penelitian kuantitatif. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian.
Bahwa terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian, yaitu kualitas instrument penelitian dan kualitas pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrument penelitian dikenaan dengan validitas dan reabilitas instrument dan kualitas pengumpulan data berkenaan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu, instrument yang telah teruji validitas dan reabilitasnya, belum tentu dapat menghasilkan data yang valid dan reabel, apabila instrument tersebut tidak digunakan secara tepat dalam pengumpulan datanya. Instrument dalam penelitian kuantitatif dapat berupa tes, wawancara, observasi dan kuisioner.

Beberapa jenis instrument dalam suatu penelitian adalah sebagai berikut:
a.       Tes
Merupakan sederetan pertanyaan, latihan atau alat lain yang digunakana untuk mengukur keterampilan, intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
b.      Kuesioner
Adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal lain yang ia ketahui.


c.       Wawancara
Interview digunakan oleh peneliti untuk menilai keadaan seseorang. Contohnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, perhatian, pendidikan, sikap terhadap sesuatu.
d.      Observasi
Dalam arti penelitian observasi adalah mengadakan pengamatan secara langsung. Observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, ragam gambar dan rekaman suara. Pedoman observasi berupa sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.
e.       Skala bertingkat (ratings)
Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subyaktif yang dibuat bersekala. Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu tentang program atau orang. Intrumen ini depat dengan mudah menberikan gambaran penampilan, terutama panampilan didalam orang menjalankan tugas, yang menjukan frekuensi munculnya sifat-sifat. Didalam menyusun skala, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variabel skala. Apa yang ditanyakan harus apa yang dapat diamati responden.
f.       Dokumentasi
berasal dari kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan sebagainya.

B.     Uji Instrumen Penelitian
Dalam suatu penelitian, data mempunyai kedudukan yang sangat penting. Hal ini dikarenakan data merupakan penggambaran variabel yang diteliti dan berfungsi sebagai alat pembuktian hipotesis. Valid atau tidaknya data sangat menentukan kualitas dari data tersebut. Hal ini tergantung pada instrument yang digunakan apakah sudah memenuhi asas validitas dan reabilitas.
1.      Pengujian validitas instrument
Menurut Jogiyanto (2007) validitas dalam penelitian dijelaskan sebagai suatu derajat ketepatan alat ukur penelitian tentang inti atau arti sebenarnya yang diukur. Tinggi rendahnya validik yang akan menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud.
Instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data itu valid. Valid disini berarti instrument tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharrusnya diukur.
Untuk mengetahui validitas instrument atau kuisioner biasanya dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment yaitu cara melakukan korelasi antar skor masing-masing variabel dengan skor totalnya. Suatu variabel atau pertanyaan dikatakan valid apabila skor variabel yang akan pertanyaan tersebut berkolerasi secara signifikan dengan skor total.
Pengujian validitas instrument dibagi menjadi tiga yaitu :
ü  Pengujian validitas konstrak (contruck validity)
Untuk menguji validitas konstras dapat nmenggunakan pendapat dari ahli. Maksudnya dalam hal ini, setelah instrument dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan berlandaskan teori tertentu maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli untuk dimintai pendapatnya.
ü  Pengujian validitas isi (contens validity)
Untuk instrument yang berbentuk tes, pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrument dengan materi pelajaran yang telah diajarkan.
ü  Pengingkan ujian validitas eksternal
Validitas eksternl instrumen diuji dengan cara membandingkan (untuk mencari kesamaan) antara kriteria yang ada pada instrument dengan fakta-fakta empiris yang terjadi dilapangan.
2.      Pengujian reliabilitas instrument
Instrument yang reliable adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.
Menurut Jogiyanto (2007) reliabilitas adalah derajat ketepatan, ketelitian atau keakuratan yang ditunjukkan oleh instrument pengukuran dimana pengujiannya dapat dilakukan secara internal, yaitu pengujian dengan menganalisis konsisteni butir-butir yang ada.
Pertanyaan dikatakan reliable apabila jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Pengukuran reabilitas pada umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:
Ø  Repeated Measure. Yaitu pertanyaan dintanyakan pada responden berulang pada waktu yang berbeda kemudian dilihat pada waktu yang berbeda apakah dia tetap konsisten dengan jawabannya.
Ø  One shot. Disini pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain. Pada umumnya, pengukuran reabilitas sering dilakukan dengan one shot dengan beberapa pertanyaan. Pengujian reabilitas dimulai dengan menguji validitas terlebih dahulu. Jika pertanyaannya tidak valid, maka pertanyaan tersebut dibuang. Pertanyaan yang sudah valid baru sama-sama diukur reabilitasnya.
Dengan menggunakan instrument yang valid dan reabel dalam pengumpulan data, maka diharapkan hasil penelitian akan menjadi valid dan reliable. Jadi, instrument yang valid dan reliable merupakan syarat mutlaq untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliable.
Hal ini, tidak berarti bahwa dengan menggunakan instrument yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, otomatis hasil data penelitian menjadi valid dan reliable. Hal ini masih akan dipengaruhi oleh kondisi objek yang diteliti, dan kemampuan orang yang menggunakan instrument untuk mengumpulkan data. Oleh karena itu, peneliti harus mampu mengendalikan objek yang diteliti dan meningkatkan kemampuan dan menggunakan instrument untuk mengukur variable yang diteliti.
Dalam hal ini, perlu dibedakan antara hasil instrument penelitian yang valid dan reliable. Hasil penelitian yang valid apabila terdapat kesamaan Antara data yang terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Selanjutnya, hasil penelitian yang reliable bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}