Menggapai kemulyaan dengan ILMU

Home » » akuntansi Istishna'

akuntansi Istishna'

Posted by Jendela Dunia on Monday, 10 August 2015




A.    Pengertian
     Istishna' adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli, mustashni') dan penjual (pembuat, shani').
Istishna' paralel adalah suatu bentuk akad istishna' antara pemesan (pembeli, mustashni') dengan penjual (pembuat, shani'), kemudian untuk memenuhi kewajibannya kepada mustashni', penjual memerlukan pihak lain sebagai shani'.

     Hak bagi pembeli dan penjual/produsen dalam akad istishna :
ü  Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari produsen atau penjual atas :
      1.      Jumlah yang telah dibayarkan

      2.      Penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu.

  •        Produsen atau penjual mempunyai hak untuk mendapatkan jaminan bahwa harga yang disepakati akan dibayar tepat waktu.

       B.    Rukun dan syarat istishna’ : 
  •            Rukun istishna’, yaitu :
     1.      Produsen atau pembuat barang (Shaani) dan juga menyediakan bahan bakunya.
     2.      Pemesan atau pembeli barang (Mustashni).
     3.      Proyek atau usaha barang atau jasa yang dipesan (Mashnu’).
     4.      Harga (Tsaman).
     5.      Shighat atau Ijab Qobul.
  •      Syarat-syarat Isthisna, adalah :
  1.        Pihak yang berakal cakap hukum dan mempunyai kekuasaan untuk melakukan jual beli.  
  2.        Ridha atau kerelaan dua belah pihak dan tidak ingkar janji. 
  3.         Pihak yang membuat menyatakan kesanggupan untuk mengadakan atau membuat barang itu. 
  4.          Mashnu’ (barang/obyek pesanan) mempunyai kriteria yang jelas seperti jenis, ukuran (tipe), mutu, dan jumlahnya. 
  5.        Barang tersebut tidak termasuk dalam kategori yang dilarang syara’ (najis, haram, tidak jelas) atau menimbulkan kemudharatan (menimbulkan maksiat).

    Perbedaan Salam dan Istishna, adalah : 
SUBYEK
SALAM
ISTISHNA
ATURAN & KETERANGAN
Pokok Kontrak
Muslam fiih
Mashnu’
Barang ditangguhkan dengan spesifikasi.
Harga
Dibayar saat kontrak
Bisa saat kontrak, bisa di angsur, bisa kemudian hari.
Cara penyelesaian pembayaran merupakan perbedaan utama antara salam dan istishna.
Sifat Kontrak
Mengikat secara asli (thabi’i).
Mengikat secara ikutan (taba’i).
Salam mengikat semua pihak sejak semula, sedangkan istishna menjadi pengikat untuk melindungi produsen sehingga tidak ditinggalkan begitu saja oleh konsumen secara tidak bertanggung jawab.
Kontrak Paralel
Salam Paralel
Istishna Paralel
Baik salam paralel maupun istishna paralel sah asalkan kedua kontrak secara hukum adalah terpisah.


              Dewan Syariah Nasional menetapkan aturan tentang Jual Beli Istishna sebagaimana tercantum dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor 06/DSN-MUI/IV/2000 tertanggal 4 April 2000 (Himpunan Fatwa, Edisi kedua, hal 38-39) sebagai berikut :
1.      Ketentuan tentang pembayaran. 
·                     Alat bayar harus diketahui jumlah dan bentuknya, baik berupa uang, barang, atau manfaat. 
·                Pembayaran dilakukan sesuai dengan manfaat. 
·               Pembayaran tidak boleh dalam bentuk pembebasan hutang.
2.      Ketentuan tentang barangHarus jelas ciri-cirinya dan dapat diakui sebagai hutang.
  •        Harus dapat dijelaskan spesifikasinya. 
  •        Waktu dan tempat penyerahan barang harus ditetapkan berdasarkan kesepakatan. 
  •        Pembeli (mustashni’) tidak boleh menjua barang sebelum menerimanya. 
  •           Tidak boleh menukar barang kecuali dengan barang sejenis sesuai kesepakatan. 
  •        Dalam hal terdapat cacat atau barang tidak cacat samadengan kesepakatan, pemesan memiliki hak khiyar (hak memilih) untuk melanjutkan atau membatalkan akad.
3.      Ketentuan lain 
·                 Dalam hal pesanan sudah dikerjakan sesuai dengan kesepakatan, hukumnya mengikat. 
·                      Semua ketentuan dalam jual beli salam yang tidak disebutkan diatas berlaku pula pada jual beli istishna. 
·                Jika salah satu pihak tidak menunaikan kewajibannya atau jika terjadi perselisihan  diantara kedua belah pihak            maka penyelesaiannya dilakukan melalui badan arbitrasi syariah setelah tidak tercapai kesepakatan melalui          musyawarah.  
         Sedangkan Fatwa yang berkaitan dengan Istishna Paralel sebagaimana tercantum dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional nomor 22/DSN-MUI/III/2004 tertanggal 28 Maret 2004 (Himpunan Fatwa, Edisi kedua, hal 143-144) sebagai berikut :
            1.     Ketentuan umum
  •        Jika LKS melakukan transaksi Istishna’ untuk memenuhi kewajibannya kepada nasabah, ia dapat melakukan Istishna’ lagi dengan pihak lain pada obyek yang sama, dengan syarat Istishna’ pertama tidak bergantung (mu’allaq) pada Istishna’ kedua. 
  •       Semua rukun dan syarat yang berlaku dalam akad Istishna’ (Fatwa DSN No.06/DSN-MUI/IV/2000) berlaku pula dalam Istishna Paralel.
            Sesuai dengan pengertian Istishna’, maka mekanisme pembayaran transaksi Istishna yang harus disepakati dalam akad dan dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
(1)   Pembayaran dimuka secara keseluruhan, yaitu pembayaran dilakukan secara keseluruhan harga barang pada saat akad sebelum aktiva istishna yang dipesan tersebut diserahkan kepada pembeli akhir. Cara pembayaran ini sama dengan cara pembayaran dalam salam.
(2)   Pembayaran secara angsuran selama proses pembuatan, yaitu pembayaran dilakukan oleh pemesan secara bertahap atau angsuran selama proses pembuatan barang.
(3)   Pembayaran setelah penyerahan barang, yaitu pembayaran dilakukan oleh pemesan kepada Bank syariah setelah aktiva istishna yang dipesan diserahkan kepada pembeli akhir, baik pembayarannya secara keseluruhan ataupun secara angsuran.

      Contoh soal Akuntansi Istishna dengan cara Pembayaran Dimuka, antara lain :
Bank Dunia akan memberi bantuan kepada para petani, berupa 1.000 rumah tinggal para petani, seharga Rp 10.000.000 dengan data-data sebagai berikut : 
      Luas tanah       :           60 M
      Luas bangunan            :           36 M
      Bahan bangunan         :           bataco / kayu meranti
      Listrik :           450 Watt
      Pompa air        :           pompa tangan
            Atas maksud tersebut Bank Dunia menghubungi Bank Syariah Baitul Khasanah dan melakukan kesepakatan untuk memesan pembuatan rumah tersebut. Pada tanggal 10 Maret 2004 menyerahkan seluruh dana kepada Bank Syariah Baitul Khasanah di Jakarta sebesar : 1.000 x Rp 10.000.000 = Rp 10.000.000.000
            Atas amanah pesanan dari Bank Dunia itu, Bank Syariah Baitul Khasanah melakukan kontrak dengan PT. Angkasa untuk membeli lahan dan bangunan rumah dengan data-data yang sama dengan harga per unit Rp 9.500.000
            Pada tanggal 15 April 2004 diserahkan dana atas pesanan rumah tersebut sebesar : 1.000 x Rp 9.500.000 = Rp 9.500.000.000
Penyerahan dilakukan dalam 2 tahap, yaitu :
  1.      Tahap pertama pada tanggal 10 November 2004 sebanyak 600 unit dan diserahkan kepada Bank Dunia pada tanggal 15 November 2004, yang selanjutnya diserahkan kepada para petani. 
  2.     Pada tanggal 25 Desember 2004 sebanyak 400 unit sisanya dan langsung diserahkan kepada Bank Dunia untuk diserahkan kembali kepada para petani.
Dari contoh tersebut, jurnal yang dibuat oleh Bank Syariah Baitul Khasanah, sesuai urutan aluran transaksi adalah sebagai berikut :

1)      Pada tanggal 10 Maret 2004 pada saat Bank Syariah Baitul Khasanah menerima dana dari Bank Dunia sebesar Rp             10.000.000.000,-
            jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Khasanah, adalah :
Jawab :
            Kas / Bank Indonesia              Rp 10.000.000.000
Hutang Istishna                                   Rp 10.000.000.000
(1.000 unit rumah spesifikasi diatas ) 
            Mutasi pada perkiraan yang berkaitan dengan transaksi Istishna tersebut dan posisi neraca Bank Syariah Baitul Khasanah, adalah :
BUKU BESAR
Hutang Istishna
                Debet     Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah



10/03/2004
1.000 unit rumah
Rp 10.000.000.000

Saldo
Rp 10.000.000.000











Rp 10.000.000.000


Rp 10.000.000.000


NERACA
Per 10 Maret 2004
                Aktiva   Pasiva
Uraian
Jumlah
Uraian
Jumlah






Hutang Istishna
Rp 10.000.000.000

2)      Pada tanggal 15 April 2004 Bank syariah Baitul Khasanah menyerahkan dana kepada PT. Angkasa sebesar Rp 9.500.000
jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Khasanah, adalah :
Jawab :
      Aktiva Istishna dalam penyelesaian    Rp 9.500.000.000
                  Kas / Bank Indonesia                                      Rp 9.500.000.000
            Atas jurnal tersebut, mutasi perkiraan yang berkaitan dengan transaksi Istishna tersebut dan posisi neraca Bank Syariah Baitul Khasanah, adalah :

BUKU BESAR
Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
  Debet   Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah
15/04/2004
1.000 unit rumah
Rp 9.500.000.000







Saldo
Rp 9.500.000.000








Rp 9.500.000.000


Rp 9.500.000.000

NERACA
Per 15 April 2004
                Aktiva   Pasiva
Uraian
Jumlah
Uraian
Jumlah




Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
Rp 9.500.000.000
Hutang Istishna
Rp 10.000.000.000

3)      Pada tanggal 10 November 2004, penerimaan sebanyak 600 unit rumah dari PT. Angkasa oleh Bank Syariah Baitul Khasanah. Atas penerimaan 600 unit rumah dari PT. Angkasa, maka nilai persediaan atas rumah yang diterima tersebut adalah :
Jawab :
            600 x Rp 9.500.000 = Rp 5.700.000
            Sehingga jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Khasanah adalah sebagai berikut :
            Persediaan Istishna                             Rp 5.700.000.000
                        Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian               Rp 5.700.000.000
(600 unit rumah spesifikasi diatas )    
            Atas jurnal tersebut, mutasi perkiraan yang berkaitan dengan transaksi Istishna tersebut dan posisi neraca Bank Syariah Baitul Khasanah, adalah :

BUKU BESAR
Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
  Debet   Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah
15/04/04
1.000 unit rumah
Rp 9.500.000.000
10/11/04
600 unit rumah
Rp 5.700.000.000




Saldo
Rp 3.800.000.000


Rp 9.500.000.000


Rp 9.500.000.000

BUKU BESAR
Persediaan Aktiva
  Debet   Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah
10/11/04
600 unit rumah
Rp 5.700.000.000







Saldo
Rp 5.700.000.000


Rp 5.700.000.000


Rp 5.700.000.000


NERACA
Per 10 November 2004
                Aktiva   Pasiva
Uraian
Jumlah
Uraian
Jumlah
Persediaan Istishna
Rp 5.700.000.000


Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
Rp 3.800.000.000
Hutang Istishna
Rp 10.000.000.000

4)      Pada tanggal 15 November 2004 diserahkan Bank Syariah Baitul Khasanah 600 unit rumah kepada Bank Dunia.
Jawab :
            Dengan penyerahan 600 unit rumah kepada Bank Dunia, maka perhitungan harga jual :
600 x Rp 10.000.000 = Rp 6.000.000.000
Sehingga jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Khasanah atas penyerahan barang tersebut, adalah :
Hutang Istishna                                               Rp 6.000.000.000
(600 unit rumah spesifikasi diatas )
                        Persediaan                                           Rp 5.700.000.000
                        Keuntungan Istishna                           Rp    300.000.000
Atas penyerahan sebagian barang istishna tersebut Bank Syariah diperkenankan untuk mengakui pendapatan atau keuntungan istishna, karena telah memenuhi syarat pengakuan pendapatan sebagaimana ditetapkan dalam PSAK 23 tentang pendapatan, yaitu : adanya penyerahan barang. Keuntungan Istishna merupakan unsur dari perhitungan distribusi hasil usaha karena pada transaksi tersebut telah terjadi aliran kas masuk, yaitu dengan dibayar dimuka harga barang.

5)      Pada tanggal 25 Desember 2004, penerimaan sebanyak 400 unit rumah dari PT.Angkasa oleh Bank Syariah Baitul Khasanah. Dengan diterima penyerahan tahap kedua, dari PT. Angkasa.
Jawab :
Maka perhitungan harga jual nilai persediaan atas rumah yang diterima tersebut adalah :
400 x Rp 9.500.000.000 = Rp 3.800.000.000
Sehingga jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Khasanah adalah sebagai berikut :
Persediaan Istishna                             Rp 3.800.000.000
            Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian               Rp 3.800.000.000
            (400 unit rumah spesifikasi diatas )

6)      Pada tanggal 25 Desember 2004, diserahkan Bank Syariah Baitul Khasanah 600 unit rumah kepada Bank Dunia. Atas penyerahan tahap akhir sebanyak 400 unit rumah kepada Bank Dunia.
Jawab :
Maka perhitungan harga jual nilai persediaan atas rumah yang diterima tersebut adalah :
400 x Rp 10.000.000.000 = Rp 4.000.000.000
Sehingga jurnal yang dilakukan oleh Bank Syariah Baitul Khasanah atas penyerahan barang tersebut, adalah :
Hutang Istishna                                   Rp 4.000.000.000
(400 unit rumah spesifikasi diatas )
            Persediaan Istishna                             Rp 3.800.000.000
            Keuntungan                                        Rp    200.000.000
Mutasi transaksi pada perkiraan yang berkaitan dengan transaksi istishna tersebut dan posisi neraca Bank Syariah Baitul Khasanah, adalah :
           
BUKU BESAR
Hutang Istishna
  Debet   Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah
15/11/2004
600 unit rumah para petani
Rp 6.000.000.000
10/03/2004
1.000 unit rumah para petani
Rp 10.000.000.000






25/12/2004
400 unit rumah para petani
Rp 4.000.000.000




Saldo
                             00





Rp 10.000.000.000


Rp 10.000.000.000


BUKU BESAR
Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
  Debet   Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah
15/04/2004
1.000 unit rumah para petani
Rp 9.500.000.000
10/11/2004
600 unit rumah para petani
Rp 5.700.000.000









25/12/2004
400 unit rumah para petani
Rp 3.800.000.000





Saldo
                              00


Rp 9.500.000.000


Rp 9.500.000.000

BUKU BESAR
Persediaan Istishna
  Debet   Kredit
Tgl
Keterangan
Jumlah
Tgl
Keterangan
Jumlah
10/11/2004
600 unit rumah para petani
Rp 5.700.000.000
15/11/2004
600 unit rumah para petani
Rp 5.700.000.000






25/12/2004
400 unit rumah para petani
Rp 3.800.000.000
25/12/2004
400 unit rumah para petani
Rp 3.800.000.000





Saldo
                              00


Rp 9.500.000.000


Rp 9.500.000.000


NERACA
Per 25 November 2004
                Aktiva   Pasiva
Uraian
Jumlah
Uraian
Jumlah
Persediaan Istishna
00


Aktiva Istishna Dalam Penyelesaian
00
Hutang Istishna
00


0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Ads

Fans Page Facebook

Arsip Blog

Powered by Blogger.
.comment-content a {display: none;}